Super Klon untuk Percepat Peremajaan Pohon Kelapa

Super Klon untuk Percepat Peremajaan Pohon Kelapa
(Meski termasuk tanaman serba guna, regenerasi pohon kelapa di seluruh dunia berjalan sangat lambat. Image : Pixabay)
Pomidor.id – Regenerasi atau peremajaan pohon kelapa saat ini menjadi masalah global, tak terkecuali di Indonesia. Pohon-pohon kelapa di seluruh dunia banyak yang sudah menua dan menurun produktivitasnya. Namun peremajaannya berjalan lambat dan dikhawatirkan dalam sekian puluh tahun ke depan, kelapa akan menjadi barang langka.

Kelapa termasuk tanaman yang pertumbuhannya sangat lama. Butuh lebih dari lima tahun dari awal tanam hingga mulai masa berbuah. Ironisnya, peremajaan pohon kelapa, utamanya di negara-negara tropis seperti Indonesia, tidak seimbang dengan banyaknya tanaman yang sudah uzur dan tak lagi produktif.

Untuk menjawab masalah ini, peneliti sekaligus mahasiswa paska sarjana dari Jurusan Pertanian dan Ilmu Pangan Universitas Queensland, Australlia, Eveline Kong, mengembangkan super klon untuk mempercepat peremajaan bibit kelapa. Hasil kloningan ini akan membantu menghindari merosotnya produksi kelapa yang diperkirakan akan terjadi di masa depan.

Muat Lebih

“Turunan kelapa banyak digunakan untuk alternatif produk susu, minyak, bahan baku makanan ringan, dll. Putaran ekonomi dari tanaman ini sangat besar,” ujar Eveline Kong.

“Akan tetapi industri yang mengandalkan kelapa kini menghadapi kendala serius. Sebagian besar pohon kelapa ditanam 70 tahun yang lalu, bahkan lebih. Tentunya ini masalah karena pohon-pohon yang sudah terlalu tua produksi kelapanya pasti menurun,” lanjutnya.

Hitung-hitungan secara kasar, ia memperkirakan perlu tambahan satu miliar pohon kelapa baru untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat.

Baca Juga : Produk Rekayasa Genetika Dukung Ketahanan Pangan

Sayangnya, peremajaan secara konvensional dari biji, membutuhkan waktu lama. Selain itu, juga sulit mengembangbiakkan kelapa dengan karakteristik tertentu jika mengandalkan cara tersebut.

“Untuk memenuhi kebutuhan pasar, kami mengembangkan teknik kloning, perbanyakan serta teknik konservasi kelapa yang cepat, ekonomis dan sesuai sifat-sifat yang diinginkan,” jelasnya.

Eveline Kong menambahkan, dengan teknik ini hanya perlu tiga tahun untuk membuat planlet bayi pohon kelapa mulai berbuah sejak awal tanam. Sementara dengan cara tradisional, bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Bibit Pohon Kelapa
(Bibit pohon kelapa. Dengan menggunakan sistem kloning, pohon kelapa sudah mulai berproduksi saat berusia tiga tahun. Image : ist)

Tim yang dipimpinnya berencana mengkloning planlet kelapa dari tanaman induk yang produktivitasnya tinggi, tahan penyakit serta toleran terhadap kekeringan.

“Kami melakukannya (kloning) dengan mengambil sepotong kecil jaringan dari tanaman induk dan kemudian menumbuhkannya dalam kultur. Hal ini akan membantu mencapai tingkat multiplikasi sel kelapa yang tinggi,” urainya.

Baca Juga : Banyak Jenis Kopi Liar Terancam Punah

“Setelah sel-sel terbentuk menjadi embrio, mereka akan dipindahkan ke platform yang mengandung nutrisi dan hormon pertumbuhan. Semuanya ini akan merangsang produksi akar, batang dan daun. Baru setelah itu ditanam,” imbuhnya.

Eveline Kong mengatakan teknik kloning ini akan membawa manfaat besar bagi peremajaan pohon kelapa di Australia dan negara-negara produsen kelapa lainnya, termasuk Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan