Dosen UMM Hadirkan Produk Biofarm untuk Atasi Masalah Kesuburan Tanah

Profesor Indah dengan Produk Biofarm Hasil Penelitiannya
(Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Unmuh Malang, Profesor Indah Prihartini, dengan produk Biofarm hasil penelitiannya. Ia mengatakan label botol berwarna berlabel biru untuk pertanian dan yang berlabel kuning untuk peternakan. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Kualitas tanah pertanian saat ini semakin lama semakin menurun sehingga menyebabkan produksi tanaman terus merosot. Padahal pengeluaran petani semakin tinggi. Itu pun masih ditambah tingginya produk pertanian dan peternakan yang terpapar residu akibat penggunaan pestisida maupun insektisida yang berlebihan.

Melihat kondisi ini, dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini.MP, menghadirkan produk bioteknologi Biofarm berisikan mikroba yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah maupun membersihkan residu pada lahan pertanian.

“Kami mulai melakukan penelitian dari tahun 2001 sampai 2005 dengan mengidentifikasi atau mengisolasi bakteri yang mampu mendegrasi senyawa organik kompleks baik senyawa organik maupun sintetis kompleks,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu di UMM.

Menurutnya, senyawa sintetis kompleks sangat membahayakan karena tidak bisa diurai yang nantinya justru akan mengikat hara di tanah atau mengikat nutrisi pada ternak.

“Dari situ akhirnya saya menemukan bakteri Genus Cytophaga sp yang kemudian  diuji dan dikembangkan,” ujarnya.

Dari hasil pengujian, ternyata bakteri tersebut selain mampu menghilangkan residu pada lahan pertanian, juga efektif menghilangkan residu yang masuk dalam tubuh ternak. Sehingga susu atau telur maupun daging yang diproduksi oleh hewan ternak bisa bebas dari residu.

“Jadi perbedaan produk Biofarm dengan produk lain adalah dari jenis mikrobanya yang memang sangat jarang digunakan. Kita memakai konsorsium dari Cytophaga,” jelasnya.

Baca Juga : Agen Biodegradable Gantikan Insektisida Kimiawi Lindungi Tanaman

Disampaikan Profesor yang akrab disapa Indah ini, ketika mikroba Cytophaga membersihkan residu di tanah, ternyata mikroba ini juga mampu untuk membongkar atau mengurai bahan organik yang ada didalam tanah sehingga tanahnya bertambah subur.

“Jadi dalam satu kemasan Biofarm terdapat lima manfaat sekaligus. Yakni untuk bioremediasi, bioaktivator, biodekomposter, bioferilizer, dan sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai bioproteksi. Karena ketika bakteri ini mendegradasi senyawa komplek organik, dia menghasilkan senyawa aktif yang bagus untuk berfungsi sebagai biofungisida atau bioinsektisida,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan Indah, cara pengaplikasian Biofarm bisa dikatakan sangat mudah. Berbeda dengan produk lain yang biasanya bakterinya didormankan. Sehingga waktu akan digunakan harus diaktivasi dulu dengan menambahkan bahan tambahan. Sedangkan Biofarm tidak. Biofarm justru menggunakan bakteri hidup yang dimasukkan ke dalam botol. Hal ini membuat daya tahannya bisa bertahan dua tahun.

“Jadi petani meskipun tidak langsung menggunakannya, tidak usah khawatir, karena selama dua tahun dia masih bisa berfungsi,” imbuhnya.

Produk Biofarm Ramah Lingkungan
(Biofarm, produk hayati untuk tingkatkan kesuburan tanah yang aman bagi lingkungan. Image : Pomidor)

Baca Juga : Pemberian Asam Humat Percepat Penambahan Bobot pada Ayam Pedaging

Setelah dua tahun, bukan berarti produk ini lantas menjadi tidak berguna. Tetapi masih bisa berfungsi sebagai biofertilizer dan bioproteksi, terangnya.

Untuk cara penggunaannya, bisa disemprotkan ke tanah atau dikucurkan ke dalam air kolam atau air sawah. Bisa juga langsung disemprotkan ke tanaman sesuai dosis yang tertera.

Dikatakan Indah, sebenarnya pada tahun 2007 pihaknya telah melakukan uji lapang dan mencobanya secara massal di lapangan.

“Dari hasil uji coba tersebut, ternyata kita diminta untuk melakukan standarisasi dan sertifikasi. Akhirnya kita masuk ke program inovasi industri di Kemenristek Dikti mulai tahun 2017 sampai dengan sekarang,” terangnya.

Baca Juga : Kuba-Oxfam Prioritaskan Pertanian Ramah Lingkungan

Meski awalnya merupakan produk hasil riset, namun adanya standarisasi dan sertifikasi membuat  Biofarm siap dipasarkan ke masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan ke depan produk ini dapat diproduksi massal dan diedarkan ke seluruh Indonesia.

“Biofarm termasuk produk kategori organik dan telah memiliki sertifikat organik,” tegas Indah. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan