Kelelawar, Hewan Polinator yang Sering Dilupakan

Kelelawar Juga Hewan Polinator
(Kelelawar juga termasuk hewan polinator, lho. Image : IUCN)
Pomidor.id – Ketika berbicara tentang polinator atau hewan penyerbuk, yang pertama kali muncul di benak kita adalah lebah. Juga kupu-kupu. Padahal selain lebah dan kupu-kupu, masih banyak hewan polinator lain. Di antaranya adalah kelelawar. Bahkan binatang yang aktif di malam hari ini memainkan peranan yang sangat penting dalam proses penyerbukan skala besar di dunia.

Beberapa kawasan yang bergantung banyak pada penyerbukan oleh kelelawar khususnya adalah daerah-daerah beriklim hangat seperti Afrika, Asia dan Kepulauan Pasifik.

Kelelawar membantu penyerbukan aneka jenis buah macam pisang, mangga, jambu biji, dll. Selain itu, ada lebih dari 500 jenis tanaman tropis yang setiap tahunnya yang diserbuki kelelawar.

Karena itu, hewan yang juga identik dengan salah satu tokoh super hero ini menjadi kunci pemeliharaan dan perluasan keanekaragaman hayati mengingat daya jelajah terbangnya yang cukup jauh dibanding hewan polinator lainnya.

Baca Juga : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

Berbeda dengan lebah, kelelawar cenderung menyukai bunga dan buah yang tidak memancarkan bau kuat atau berwarna cerah. Banyak ilmuwan meyakini burung dan lebah melakukan penyerbukan di siang hari, sementara kelelawar melakukannya di malam hari.

Kelelawar Melakukan Penyerbukan di Malam Hari
(Jika burung dan lebah melakukan penyerbukan pada siang hari, kelelawar sering kebagian shift malam hari. Image : UC ANR)

Kelelawar memang tidak memiliki paruh panjang untuk mendapatkan nektar dari bunga. Tetapi ia melakukan penyerbukan dengan lidahnya yang sangat panjang. Saat sedang tidak menggunakannya, kelelawar akan menggulung lidahnya hingga di bawah tulang rusuk.

Karena daya jelajahnya, kelelawar dapat mengangkut serbuk sari di tubuh mereka pada jarak yang cukup jauh. Tak hanya itu, dengan kesukaannya pada buah-buahan, kelelawar juga diyakini menyebarkan benih dalam radius yang luas. Dengan kata lain, mereka membantu menyebarkan cikal bakal pohon buah-buahan di banyak tempat.

Gangguan pada ruang gerak kelelawar di alam liar, baik karena ulah manusia maupun adanya perubahan pada iklim yang tidak disukainya, akan berdampak terhadap regenerasi pepohonan secara alami.

Kelelawar dengan Lidah Panjangnya
(Kelelawar melakukan penyerbukan dengan lidahnya yang panjang. Image : Eco Portal)

Baca Juga : Semut Rangrang Adalah Partner Anda Berkebun

Yang tak kalah pentingnya, kelelawar merupakan predator serangga dan hama pengganggu tanaman. Banyak penelitian yang menyebutkan hewan nokturnal ini setiap tahunnya memakan berton-ton serangga yang merusak tanaman seperti kumbang, ngengat, belalang, ulat, dll. Mungkin tanpa kita sadari, kelelawar secara tak langsung membantu mengurangi penggunaan pestisida yang sebenarnya justru berbahaya bagi lingkungan dan manusia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan