Komoditas Produk Pertanian Berperan Besar Kerek Inflasi

Komoditas Produk Pertanian Kerek Inflasi
(Lagi-lagi bawang putih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Komoditas produk pertanian kembali berperan mengerek angka inflasi. Bawang putih, sebagai salah satu komoditas yang paling banyak dikonsumsi, menjadi penyumbang inflasi kedua teratas setelah tiket pesawat dengan kenaikan harga sebesar 14,12 persen di bulan Maret 2019.

“Bawang putih sekarang memang lagi naik. Saya kira untuk bawang putih di semua daerah juga mengalami kenaikan harga termasuk di Malang karena Malang tidak punya bawang putih,” jelas Kepala Bidang Seksi dan Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani,  saat memberikan rilis inflasi kota Malang, di kantor BPS kota Malang, Senin (1/4).

Berdasarkan keterangan dari para pedagang, kenaikan harga bawang putih disebabkan kenaikan harga di tingkat distributor. Pedagang sendiri tidak bisa mengontrol harga bawang putih ke konsumen.

Muat Lebih

Baca Juga : Tiket Pesawat dan Bawang Putih Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang

Komoditas produk pertanian lainnya yang turut mempengaruhi inflasi kota Malang adalah daging ayam ras, cabai rawit, gula pasir, kangkung dan buah pir.

Menurut Dwi, daging ayam ras sebenarnya  beberapa hari kemarin sempat mengalami penurunan harga. Tapi kemudian harganya naik lagi.

“Sehingga ketika diakumulasi dalam sebulan, pada bulan Maret daging ayam ras terdapat kenaikan harga,” terangnya.

Cabai rawit mengalami kenaikan harga sebesar 13,98 persen. Begitu pula dengan gula pasir yang harganya niak 1,43 persen. Untuk sayuran daun, kangkung tercatat paling tinggi kenaikan harganya, yakni 6,87 persen. Sedangkan buah pir harganya naik 2,39 persen.

Data Inflasi BPS Kota Malang
(Beberapa komoditas penyumbang inflasi di Kota Malang. Image : BPS)

Baca Juga : Komoditas Bawang Putih Berpengaruh Besar Terhadap Inflasi

Lebih lanjut disampaikan Dwi, produk pertanian selalu masuk dalam 10 komoditas penyumbang inflasi di kota Malang. Hal ini karena produk-produk pertanian itu yang banyak dikonsumsi. Semakin tinggi konsumsinya maka bobot penggunaan barang juga semakin besar. Misalnya beras.

Dwi Handayani
(Kabid Seksi dan Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani)

“Beras bobot penggunaannya besar. Sedikit saja harga beras naik, maka bisa langsung terjadi inflasi. Berbeda dengan garam. Garam memang digunakan banyak orang, hanya saja penggunaannya sedikit dan nilai rupiahnya juga sedikit. Sehingga kalau pun harga garam naik, tidak akan begitu terasa dampaknya,” ungkapnya.

Walau begitu, ada beberapa produk pertanian yang justru menjadi penghambat inflasi (deflasi, red) pada bulan Maret 2019 di kota Malang, yakni tomat sayur, anggur, telur ayam ras dan wortel. (ANC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan