border=

Kompensasi untuk Alih Kepemilikan Lahan di Zimbabwe Terkendala Dana

Kompensasi untuk Alih Kepemilikan Lahan di Zimbabwe Terkendala Dana
(Buruh tani kulit hitam di Zimbabwe. Sektor pertanian pernah menjadi lokomotif perekonomian di negara tersebut. Image : ABC)
Pomidor.id – Pemerintah Zimbabwe tampaknya serius dengan program pemberian kompensasi untuk alih kepemilikan lahan di negaranya. Prioritas kompensasi akan diperuntukkan bagi petani kulit putih berusia lanjut dengan dana awal yang disiapkan mencapai USD 17,5 (Rp 249,2 miliar) dalam anggaran tahun ini.

Namun demikian, langkah Pemerintah Zimbabwe ini dipandang agak aneh, terutama dari sisi timing atau pemilihan waktunya. Pasalnya, baru-baru ini negara di selatan Afrika itu mengindikasikan bahwa mereka membutuhkan tak kurang dari USD 613 juta (Rp 8,73 triliun) bantuan dari negara-negara donor.

Bantuan tersebut untuk mendatangkan makanan dan menanggulangi krisis kemanusiaan paska kekeringan parah serta badai topan yang menghantam belahan timur negara tersebut.

Baca Juga : Land Reform di Afrika Selatan Tak Boleh Abaikan Kepentingan Ekonomi

Yang lebih penting lagi, adanya bantuan dari negara luar akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan untuk menjalankan agenda reformasi pemerintah.

Presiden Emmerson Mnangagwa
(Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa)

Dalam jangka panjang, meningkatnya kredibilitas berkorelasi langsung dengan masuknya investasi dan pencabutan sanksi ekonomi dari negara-negara maju. Investasi sangat dibutuhkan Zimbabwe untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dikutip dari Farming Portal, saat ini, fokus Presiden Emmerson Mnangagwa adalah membenahi sektor pertanian. Salah satu isu paling sensitif adalah reformasi pertanahan. Isu ini harus segera ditangani karena sektor pertanian berkontribusi besar pada PDB dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga : Warga Keturunan Kulit Putih Kuasai 70% Lahan Pertanian di Namibia

Kompensasi untuk alih kepemilikan lahan dari petani-petani kulit putih menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa dianggap sepele. Penyitaan aset lahan dari petani kulit putih dan kemudian membagi-bagikannya kepada warga kulit hitam di masa pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Presiden Robert Mugabe, memporak-porandakan perekonomian Zimbabwe. Negara yang sempat dijuluki lumbung pangan Afrika itu malah mengalami krisis pangan luar biasa akibat salah kelola di sektor pertanian.

Petani Kulit Putih di Zimbabwe
(Tanpa kompensasi yang adil bagi petani kulit putih yang lahannya disita negara, Zimbabwe akan sulit membangkitkan sektor pertaniannya. Image : The Africa Exponent)

Oleh karena upaya pembenahan, termasuk memberikan kompensasi kepada para pemilik lahan yang tanahnya dirampas negara, menjadi stimulan untuk mengundang investasi asing. Bangkitnya sektor pertanian di Zimbabwe akan merangsang pertumbuhan di sektor-sektor lainnya di negara tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan