Luasan Lahan Sawah di Kabupaten Malang Meningkat Tipis

Luasan Lahan Sawah di Kabupaten Malang Meningkat
(Demplot sawah untuk penanaman padi hibrida Brang Biji di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Luasan lahan sawah di Kabupaten Malang menunjukkan adanya peningkatan. Image : Pomidor)

Pomidor.id – Jika di daerah-daerah lain umumnya lahan pertanian, utamanya lahan sawah, terus menyusut setiap tahunnya, tidak demikian dengan di Kabupaten Malang. Meski secara prosentase sangat kecil, namun luasan lahan sawah di Kabupaten menunjukkan adanya peningkatan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar Anwar saat mendampingi Wakil Bupati Sanusi meninjau demplot (demonstration plot) tanaman padi hibrida. Demplot tersebut berada di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.

“Tahun 2017, total luasan lahan sawah di Kabupaten Malang 72 ribu hektar. Tahun 2018, sedikit meningkat menjadi 73 ribu hektar. Meski kecil, namun peningkatan ini menggembirakan karena menepis kekhawatiran tergerusnya lahan pertanian, khususnya lahan sawah di Kabupaten Malang,” ujar Budiar Anwar.

Ia menambahkan, secara produksi juga ada peningkatan. Yakni, produksi padi selama tahun 2018 surplus sebanyak 78 ribu ton.

“Ini artinya produktivitas padi di Kabupaten Malang cukup tinggi. Dengan demikian dapat mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan serta swasembada pangan, khususnya beras, di tahun 2021,” tutur Budiar.

Baca Juga : Kejar Peningkatan Produksi, Pemkab Malang Datangkan Benih Padi Unggul

Budiar Anwar
(Budiar Anwar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang)

Meski demikian, ia mengatakan produktivitas tidak musti semata-mata mengandalkan luasan lahan. Namun juga diperlukan inovasi teknologi serta penyediaan benih berkualitas. Seperti yang diujicobakan pada demplot di Desa Banjararum. Benih padi yang ditanam adalah benih hibrida Brang Biji dengan produktivitas tinggi.

Dengan penanganan yang tepat dan sesuai prosedur, produktivitas benih padi ini dapat menghasilkan hingga 15 ton/hektar. Jauh lebih tinggi dibanding benih padi lainnya yang produksinya rata-rata 8 ton/hektar.

“Untuk daerah dengan populasi padat seperti di Pulau Jawa, tak bisa hanya mengandalkan ekstensifikasi lahan pertanian. Tapi yang lebih penting lagi adalah intensifikasi dengan meningkatkan penggunaan teknologi yang dibarengi penyediaan benih unggul,” pungkasnya. (NOT)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan