Mardi Luncurkan Klon Hibrida Belimbing “Bintang Mas”

Peluncuran Perdana Blimbing Bintang Mas
(Datuk Salahuddin Ayub (dua dari kanan) memamerkan belimbing klon Bintang Mas. Image : The Star)

Pomidor.id – The Malaysian Agricultural Research and Development (Mardi) pekan ini meluncurkan untuk pertama kalinya klon hibrida buah belimbing di negaranya. Buah belimbing kloningan tersebut diberi nama “Bintang Mas”.

Menteri Pertanian dan Industri Agro Malaysia, Datuk Salahuddin Ayub, mengatakan Mardi telah melakukan penelitian klon hibrida untuk buah-buahan sejak tahun 1986.

“Belimbing hibrida ini memiliki kualitas buah terbaik. Rasanya manis dan renyah. Warnanya buahnya yang kuning terang ketika masak, sudah bisa dipanen dengan masa yang lebih pendek. Antara 68 sampai 73 hari,” kata Datuk Ayub kepada media saat mengenalkan belimbing “Bintang Mas” di balai penelitian Kluang Mardi di Johor.

Baca Juga : Super Klon untuk Percepat Peremajaan Pohon Kelapa

Belimbing Bintang Mas
(Klon Hibrida Belimbing “Bintang Mas”)

Ia berharap Mardi dapat mengekspor buah tersebut dan menjadikan Malaysia sebagai salah satu eksportir utama buah belimbing. Hal ini sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat sekitar mengingat dalam lahan satu hektar dapat ditanami setidaknya 270 tanaman.

“Per hektarnya, Bintang Mas dapat menghasilkan 10 ton buah setiap tahunnya. Ini berarti para petani memperoleh laba kotor sekitar RM 22 ribu (lebih Rp 76 juta) per tahun per hektar dengan harga RM 2.20 (Rp 7.600)/kg,” ujarnya dilansir Bernama.

Datuk Ayub menambahkan, keuntungan lainnya dari perkebunan blimbing hibrida ini adalah dapat membudidayakan koloni lebah madu.

Baca Juga : Inovasi Balittri Angkat Produktivitas Tanaman Perkebunan

Di tahun 2017, ada kurang lebih 828 hektar perkebunan blimbing di Malaysia. Johor menjadi produsen terbesar dengan 372 hektar.

Selama ini ekspor belimbing Malaysia ditujukan ke negara-negara Eropa seperti Belanda, Perancis, Swiss. Juga ke Kanada, Singapura dan Hong Kong. Sedangkan nilai ekspor tahunannya mencapai RM 24 juta (Rp 83,475 milyar).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan