Pembangunan Infrastruktur dari Dana Desa Tingkatkan Pendapatan Petani

Pembangunan Infrastruktur dari Dana Desa Tingkatkan Pendapatan Petani
(Pembangunan jalan desa dengan dana desa meningkatkan mobilitas produksi dan distribusi. Pada gilirannya hal ini membantu pula meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Image : Roby Suhendra)

Pomidor.id – Pembangunan infrastruktur dari dana desa berkontribusi membantu meningkatkan pendapatan petani Indonesia. Pasalnya, infrastruktur tersebut membantu peningkatan produktifitas dan mempermudah akses pertanian, yang berdampak pada penurunan biaya produksi hingga distribusi.

Demikian pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat menjadi keynote speaker pada Konferensi Regional dengan tema “Memperkuat Ketahanan Pangan, Gizi,dan Kesejahteraan Petani Asia Tenggara” di Jakarta, Kamis (4/4).

“Karena kalau tidak ada infrastruktur, setiap hari petani akan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Dengan adanya infrastruktur, dapat menurunkan biaya sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak,” ujarnya.

Terkait infrastruktur tersebut, lanjutnya, Indonesia sejak tahun 2015 mempunyai program yang memberikan dana langsung ke seluruh desa (dana desa). Menurutnya, saat pertama kali disalurkan dana desa tersebut fokus pada pembangunan infrastruktur.

Baca Juga : Infrastruktur, Kunci Percepatan Geliat Ekonomi di Pesisir Kabupaten Malang

Banyak jenis infrastruktur dari dana desa yang membantu peningkatan produksi dan akses pertanian seperti jalan desa, jembatan, jalan pertanian, saluran irigasi, embung, drainase, dan penahan tanah.

“Pertama yang dibangun adalah untuk infrastruktur. Ada banyak infrastruktur yang dibangun untuk mendukung pertanian,” ungkapnya.

Di sisi lain, menurutnya, Indonesia juga memiliki program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), dengan membuat klaster-klaster ekonomi perdesaan.

Prukades melibatkan 19 kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta.

“Desa miskin karena mereka banyak tidak fokus, memproduksi banyak komoditi sehingga tidak mencukupi skala ekonomi. Mengatasinya, kami punya Prukades untuk membuat klaster ekonomi,” terangnya.

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo
(Menteri Desa Eko Putro Sandjojo saat menjadi pembicara di Konferensi Regional tentang ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Asia Tenggara, Kamis (4/4). Image : Dok Kemendesa)

Baca Juga : Dorong Ekonomi Pedesaan dengan Prukades

Eko mengatakan, model pembangunan desa yang diterapkan Indonesia saat ini telah mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat desa, yakni Rp 572.586 pada tahun 2013 menjadi Rp 804.011 pada tahun 2018.

“Angka stunting juga mengalami penurunan secara signifikan. Dari 37 Persen pada tahun 2013 menjadi 30 persen pada tahun 2018,” tegasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan