Sektor Pertanian Beri Pekerjaan & Harapan Bagi Pengungsi Suriah di Turki

Sektor Pertanian di Turki Menjadi Harapan Pengungsi Suriah
(Pengungsi Suriah memanen wortel di Hatay, Turki. Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Turki dan didanai Pemerintah Jepang, FAO menggelar proyek pelatihan bagi pengungsi asal Suriah untuk bekerja di sektor pertanian. Image : Handelsblatt)
Pomidor.id – Hari Rabu kemarin (3/4), adalah hari pertama bagi 30 pengungsi Suriah untuk bekerja di pabrik pengolahan cabai Dağcıoğlu Baharat di Kahramanmaraş, Turki. Pemberdayaan mereka untuk bekerja di sektor pertanian dan pangan merupakan hasil kerja sama FAO, Kementerian Pertanian Turki dan Pemerintah Jepang.

Ketiga puluh pengungsi Suriah tersebut direkrut oleh pemilik usaha pengolahan cabai, Mehmet Dağcı, di bursa kerja yang diadakan di Kilis pertengahan Maret lalu. Kilis adalah sebuah kota yang terletak di selatan Turki, dekat dengan perbatasan Suriah.

Bursa kerja tersebut merupakan bagian dari proyek yang dikerjakan FAO (Organisasi Pertanian dan Pangan PBB), Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turki dan didanai oleh Pemerintah Jepang. Tujuannya adalah memberikan pelatihan dan membantu para pekerja mendapatkan sumber penghasilan dari sektor pertanian. Perekrutan pekerja ini tak hanya dikhususkan untuk pengungsi Suriah, tapi juga terbuka bagi penduduk lokal.

Baca Juga : FAO Bantu Petani Nepal Siasati Perubahan Iklim Global

Namun terbukanya kesempatan mendapatkan pekerjaan bagi pengungsi dari negara yang tengah dirundung konflik seperti Suriah, tetap patut diapresiasi. Pasalnya, banyak pengungsi Suriah di Turki selama ini menghadapi kesulitan ekonomi seperti ketiadaan sumber penghasilan yang ajeg. Padahal biaya hidup di Turki sangat tinggi.

Untuk menutup kebutuhan hidup, para pengungsi biasanya akan bekerja serabutan. Namun karena skill yang rendah membuat mereka juga kerap diupah ala kadarnya.

Pelatihan Pertanian bagi Pengungsi Suriah di Turki
(Sebagian pengungsi asal Suriah mendapat arahan saat mengikuti pelatihan pertanian yang diinisiasi FAO. Image : FAO)

Adanya program pelatihan bagi pengungsi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kerja para pengungsi, khususnya di bidang pertanian dan pangan. Tak hanya itu, mereka juga mendapat pelajaran bahasa Turki. Hal ini untuk memudahkan mereka ketika mencari peluang kerja baru yang memiliki prospek jangka panjang.

Sebagaimana dirilis laman resmi FAO, tiga puluh pengungsi asal Suriah yang baru bekerja di pabrik olahan cabai bakal dikontrak enam bulan. Agustus nanti, akan ada tambahan 30 pengungsi Suriah lainnya untuk dipekerjakan selama tiga bulan di ladang-ladang tanaman cabai.  Secara keseluruhan, ada 250 tenaga kerja yang diberi pelatihan dan kemudian ditempatkan di pabrik-pabrik produksi makanan di Sanli Urfa dan Kilis.

Baca Juga : FAO : Beri Akses Petani Kecil pada Pemanfaatan Bioteknologi

Di Sanli Urfa yang berada di Turki timur, 125 pekerja akan dilatih produksi makanan lokal serta manajemen pengelolaan pertanian dan peternakan.

Pelatihan Keterampilan di Subsektor Peternakan
(Pelatihan juga termasuk pemberian keterampilan di subsektor peternakan. Salah satunya, memerah susu. Image : FAO)

Di Kilis, 100 peserta proyek menerima pelatihan untuk mengelola produksi sayuran, pistachio (sejenis kacang-kacangan) serta minyak zaitun. Proyek didukung penuh oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kilis. Pemerintah setempat juga memberikan pelatihan ternak lebah madu kepada 25 peserta lainnya.

Seluruh peserta pelatihan mendapat sertifikat sebagai bukti keterampilan yang mereka dapatkan selama mengikuti proyek yang diinisiasi FAO tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan