Tiket Pesawat dan Bawang Putih Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang

Tiket Pesawat dan Bawang Putih Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Malang
(Rilis inflasi di kantor BPS Kota Malang, Senin, (1/4). Inflasi di Kota Malang tertinggi di Jawa Timur selama Maret 2019. Image : Pomidor)

Pomidor.id – Pada bulan Maret 2019, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,36 persen. Padahal pada bulan sebelumnya, Februari 2019, kota Malang sempat mengalami deflasi 0,42 persen. Penyumbang inflasi terbesar bulan lalu adalah tiket pesawat dan komoditas bawang putih.

Secara rata-rata, inflasi di Kota Malang menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Berturut-turut kemudian diikuti Banyuwangi 0,17 persen, Kediri 0,16 persen, Surabaya 0,15 persen dan Madiun 0,14  persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang, Sunaryo mengatakan, sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi terbesar pada bulan Maret di kota Malang antara lain angkutan udara, bawang putih, daging ayam ras, cabai rawit, kompor, gula pasir, semen, kangkung, buah pir, dan kemeja panjang batik.

“Angkutan udara (tiket pesawat) dan bawang putih memberikan andil terbesar dalam menyumbang inflasi di kota Malang. Diikuti daging ayam ras dan cabai rawit,” ujarnya saat memberikan rilis inflasi kota Malang, di kantor BPS kota Malang, Senin (1/4).

Angkutan udara mengalami kenaikan harga sebesar 14,12 persen. Sedangkan produk komoditas pertanian dalam hal ini bawang putih, mengalami kenaikan harga sebesar 17,64.

Baca Juga : Lahan Pertanian di Kota Malang Tinggal 5,6 Persen

Lebih lanjut, Kepala Bidang Seksi dan Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani, mengatakan, komoditas pertanian selalu masuk dalam 10 komoditas penyumbang inflasi dikarenakan produk pertanian yang paling sering di konsumsi. Sehingga produk yang paling sering dikonsumsi banyak orang, memiliki bobot penggunaan yang besar, misalnya beras.

“Beras memiliki bobot penggunaan yang besar. Sedikit saja harga beras naik, bisa terjadi inflasi. Berbeda dengan garam, memang digunakan banyak orang tapi penggunaannya hanya sedikit-sedikit dan nilai rupiahnya juga kecil. Jadi meskipun harga garam naik, tidak terlalu berpengaruh pada inflasi,” terangnya. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan