border=

Banyak Petani Rusia Ogah Kerja Sama dengan Jaringan Supermarket

Banyak Petani Rusia Ogah Kerja Sama dengan Jaringan Supermarket
(Kios/toko kecil yang menjual sayur dan buah di Rusia. Banyak petani cenderung menjual hasil panenannya langsung ketimbang bekerja sama dengan jaringan supermarket besar. Image : Metagazeta)
Pomidor.id – Kendati termasuk negara besar, cara berdagang sebagian petani Rusia boleh dibilang masih tergolong kuno. Mereka lebih suka menjual langsung hasil panenannya di kios/toko kecil yang mereka miliki atau mereka sewa ketimbang bekerja sama dengan jaringan supermarket besar. Alasannya sederhana, sistem konsinyansi yang acap diterapkan jaringan supermarket membuat pembayaran berbelit dan memakan waktu terlalu lama.

Dilansir dari Moika 78, sejumlah retailer besar di St. Petersburg sebenarnya menginginkan pasokan kontinyu produk sayur mayur, buah-buahan dan olahan hasil pertanian dari petani lokal. Namun para petani Rusia ternyata justru lebih suka membuka atau menyewa kios/toko sendiri untuk menjual panenannya.

Uniknya, kios-kios kecil yang menjual hasil produk pertanian itu lokasinya banyak yang berdekatan dengan supermarket-supermarket besar.

Baca Juga : Petani Polandia Tuntut Normalisasi Hubungan Dagang dengan Rusia & Batasi Impor Makanan dari Eropa Barat

Hal itu dikeluhkan manager supermarket “Land” yang bermitra dengan jaringan supermarket “Stockmann”, Dmitri Chetsev. Menurutnya, sulitnya mencari pemasok produk-produk pertanian di daerah sekitar adalah masalah besar.

“Untuk menjual Parmesan (sejenis keju kering bertekstur keras) kami harus memesannya dari Moskwa. Meski keju itu juga diproduksi di sini, nyaris tak ada yang memasoknya ke supermarket kami,” ujar Chetsev memberi contoh.

“Mereka lebih suka menjualnya sendiri,” imbuhnya.

Pembeli Memilih Buah-buahan yang Dijual di Supermarket
(Pembeli sedang memilih buah-buahan di supermarket. Jaringan supermarket di St. Petersburg berharap pasokan lebih banyak dari petani lokal. Image : Metagazeta)

Baca Juga : Jaringan McDonald di Rusia Mulai Gunakan Kentang Lokal

Berdasarkan informasi yang beredar, tak semua petani Rusia merasa puas dengan pengalaman bekerja sama dengan jaringan supermarket besar. Alasan utamanya adalah pembayaran kerap molor untuk produk atau barang yang telah laku terjual. Selain itu, mereka juga keberatan jika harus menyewa stand di dalam supermarket karena tingginya biaya sewa.

Karena itu, tak sedikit petani yang kemudian membuka kios sendiri. Kalau pun terpaksa untuk reseller, mereka  memilih bekerja sama dengan retailer kecil dan pengecer online yang lebih luwes dalam soal pembayaran.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan