border=

Diganggu Polusi, Petani Mangga Alphonso di Gujarat Tuntut Kompensasi

Mangga Alphonso
(Mangga Alphonso. Polusi udara parah menurunkan secara drastis produksi mangga asli India ini. Image : Pinterest)

Pomidor.id – Gerah dengan polusi industri yang bertahun-tahun merusak tanamannya, ribuan petani mangga Alphonso di distrik Valsad, Gujarat, India, menuntut kompensasi pada pemerintah setempat. Polusi industri kimia dituding menjadi biang kegagalan panen mangga asli India tersebut.

Dalam memorandum yang ditujukan kepada pemerintah, 1.686 petani menyatakan selain kondisi cuaca yang buruk, penyumbang terbesar gagal panen mangga Alphonso yang mereka budidayakan adalah polusi udara. Terutama polusi udara yang ditimbulkan oleh beberapa pusat industri kimia di daerah tersebut.

Seorang petani mengatakan tingkat pencemaran udara yang sangat parah mengakibatkan bunga mangga banyak yang berubah menjadi hitam.

“Banyaknya bunga mangga yang menghitam membuat produksi turun hingga setengahnya. Situasi ini terus memburuk dalam tiga tahun terakhir. Dari 3.000 pohon mangga yang saya miliki, hanya bisa dipanen 3 ton dari sebelumnya 22 ton,” keluh Vinod Patel dari desa Gorgam di Valsad.

Baca Juga : Limbah Industri Ubah Anjing Jadi Biru di India

Sementara itu, NU Patel, dari dinas tanaman hortikultura Valsad tak menampik keluhan petani.

“Banyak petani menderita akibat gagal panen atau produksinya menurun drastis. Polusi udara yang disebabkan oleh industri di sekitar perkebunan besar kemungkinan adalah penyebabnya,” ujarnya sebagaimana dilansir Times of India.

Para petani mangga di wilayah Gujarat Selatan itu meminta pemerintah setempat segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab rusaknya tanaman mangga mereka. Mereka mengklaim panenan yang gagal berkisar antara 50-80%.

Mereka juga meminta Dewan Pengawas Polusi Gujarat (GPCB) untuk memasang sistem pemantauan pencemaran udara di setiap desa.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan