Distributor Atau Kios Pupuk Bersubsidi Diminta Fleksibel Layani Petani

Distributor Atau Kios Pupuk Bersubsidi Diminta Fleksibel Layani Petani
(Meski bakal menjadi syarat menebus pupuk bersubsidi, penggunaan Kartu Tani belum sepenuhnya dipahami petani. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian meminta distributor atau kios yang ditunjuk menyalurkan pupuk subsidi lebih fleksibel melayani petani yang akan menebus pupuk dengan menggunakan Kartu Tani. Apalagi, nantinya Kartu Tani akan menjadi syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi dan bantuan pemerintah lainnya.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP)  Kementan, Sarwo Edhy, menanggapi kabar adanya petani di Jawa Tengah yang ditolak kartu taninya karena sang petani lupa PIN. Penolakan itu membuatnya tidak bisa menebus pupuk bersubsidi. Distributor atau kios pupuk bersubsidi karenanya diminta tak terlalu kaku.

“Kalau Kartu Tani-nya tidak bisa diakses karena lupa PIN atau rusak, sebaiknya petani yang bersangkutan jangan langsung ditolak. Tapi diselesaikan dengan musyawarah,” ujar Sarwo Edhy.

“Jadi, penggunaan Kartu Tani masih ada kendala, meski ringan. Tapi tidak serta merta petani yang mengalami kendala semacam ini lalu tidak dilayani sehingga menghambat proses bertani mereka,” jelasnya.

Baca Juga : Plt Bupati Minta Petani di Kabupaten Malang Miliki Kartu Tani

Ia menambahkan, jika Kartu Tani tidak bisa diakses atau digunakan karena berbagai alasan, mestinya distributor atau kios pupuk bersubsidi tetap memperbolehkan petani tersebut untuk menebus pupuk.

“Yang penting nama petani itu ada dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK). Petani bisa membeli pupuk dengan cara elektronik maupun secara manual,” kata Sarwo Edhy.

Untuk saat ini, memang Kartu Tani hanya bisa digunakan untuk menebus pupuk. Sementara untuk keperluan lain belum bisa dimanfaatkan. Kartu Tani dirancang memiliki sejumlah manfaat, yaitu sarana akses layanan perbankan terintegrasi, yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet).

Selain itu, Kartu Tani juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu sebagai single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, dan multifungsi. Kementan sendiri akan menjadikan Kartu Tani sebagai kelengkapan data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Baca Juga : Kartu Tani Minimalisir Penyelewengan Subsidi

Ditjen PSP mengakui memang masih ada sejumlah kendala yang ditemui untuk dicarikan solusi setelah sistem ini diuji coba di lapangan. Permasalahan implementasi Kartu Tani di tingat Kementerian di antaranya pendataan petani memerlukan biaya yang besar, kurangnya jumlah SDM Penyuluhan, kualitas SDM penyuluhan yang masih rendah, dan belum semua BPP memiliki prasarana dan sarana komputer beserta jaringan internetnya.

Sedangkan di tingkat petani, permasalahan implementasi Kartu Tani adalah belum semua petani terdaftar dalam kelompok dan data elektronik ini. Selain itu, adanya beban psikologis pada petani terhadap perubahan sistem penebusan dari manual ke penggunaan Kartu Tani, lupa PIN, dan masih bolehnya penebusan pupuk secara manual.

Di tingkat kios, permasalahan yang ditemui adalah yang mengerti menggunakan EDC dalam satu kios hanya satu orang. Dengan demikian penebusan dilakukan satu per satu per jenis pupuk sehingga prosesnya lama, dan masih dibolehkannya penebusan secara manual.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan