Jelang Lebaran, Pemerintah Pantau Ketat Harga Tiga Produk Ternak

Jelang Lebaran, Pemerintah Pantau Ketat Harga Tiga Produk Ternak
(Daging ayam termasuk yang dipantau ketat harganya karena beberapa hari menjelang dan sesudah Lebaran kenaikkannya bisa mencapai 20 persen. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Daging sapi, daging ayam dan telur ayam ras adalah tiga komoditas hasil ternak yang selalu meningkat permintaannya selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Karena itu pemerintah memantau ketat kondisi pasokan tiga produk ternak sumber protein hewani tersebut agar tak terjadi lonjakan harga di masyarakat.

Demikian diungkapkan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani. Ia mengatakan data ketersediaan daging sapi secara nasional didapat dengan melakukan pemantauan populasi sapi potong di lokasi peternak dan di perusahaan penggemukan (feedlotter) serta stok daging beku impor di gudang importir dan gudang Bulog.

Pada Mei pasokan daging sapi nasional diperhitungkan mencapai sekitar 65 ribu ton. Lebih tinggi dibanding total kebutuhan yang sekitar 59 ribu ton. Total pasokan (setelah ditambah daging kerbau impor)  pada periode Mei-Juni sekitar 145,4 ribu ton dengan total kebutuhan sekitar 123 ribu ton.

“Dari data itu jelas bahwa diperkirakan kebutuhan masyarakat akan daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sedangkan data pasokan daging ayam, menurut Fini, didapat dari hasil  pantauan/perhitungan kondisi ketersediaan live bird siap panen di tingkat peternak dan realisasi distribusi DOC di April dengan memperhitungkan deplesi 6 persen, berat livebird 1,6 kg per ekor dengan konversi karkas 69,44 persen.

Dari hasil pantauan tersebut didapatkan data perkiraan pasokan daging ayam ras (broiler) pada Mei 277.910 ton dan Juni 2019 315.296 ton. Sementara kebutuhan daging broiler pada Mei dan Juni masing-masing sebanyak 288.451 ton serta 288.451 ton.

Baca Juga : Stabilnya Harga Ayam di Tingkat Peternak Kerja Keras Semua Pihak

Sebagaimana produk ternak lainnya, kondisi pasokan telur ayam ras di dalam negeri juga tak mengkhawatirkan. Proyeksinya diperhitungkan berdasarkan populasi ternak ayam ras petelur (layer) produktif sebanyak 166.922.000 ekor pada Mei 2019.

Total pasokan telur pada Mei dan Juni diperhitungkan masing-masing sebanyak 243.510 ton dan 236.580  ton . Sementara kebutuhannya di bulan Mei dan Juni masing-masing sebanyak 167.144 ton dan 150.185 ton.

Fini mengakui, seperti tahun lalu biasanya permintaan daging sapi, daging ayam dan telur  di masyarakat menguat sehari sebelum puasa Ramadhan, sehingga harganya sedikit meningkat. Namun di pertengahan Ramadhan permintaan dan harganya akan menurun dan baru akan menguat lagi seminggu menjelang Idul Fitri. Kenaikkannya berkisar 20% dari kondisi normal.

Baca Juga : Penerapan Cold Chain System Agar Daging Aman Dikonsumsi & Berkualitas

Masyarakat konsumen juga memiliki banyak pilihan mengingat saat ini di pasaran beredar pula daging sapi dan daging kerbau beku. Bahkan harganya di bawah harga daging segar.

Daging Kerbau asal India
(Daging kerbau asal India juga relatif diminati karena harganya yang lebih murah ketimbang daging sapi. Image : ist)

“Daging kerbau beku cukup banyak juga peminatnya. Karena di tingkat eceran harganya hanya dikisaran Rp 70 ribu–80.000/kg. Padahal daging sapi segar bila mendekati lebaran harganya sudah diatas Rp 100.000/kg,” tutur Fini.

Sedangkan tingginya permintaan komoditas telur ayam ras disebabkan pada hari raya banyak masyarakat yang memproduksi kue kering. Dengan pasokan yang cukup ke pasaran, menjelang lebaran nanti Fini berharap  tak terjadi lonjakan harga telur seperti yang diinginkan konsumen.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan