border=

Kopi Nusantara Punya Potensi Besar Tapi Juga Banyak Tantangan

Peta Kopi Nusantara
(Daerah penghasil kopi bertebaran di seluruh penjuru tanah air. Image : ist)
Pomidor.id – Banyaknya apresiasi di berbagai ajang pameran internasional, menunjukkan bahwa produk kopi nusantara mempunyai potensi besar bersaing di pasar global. Namun di balik potensi besar tersebut, tak sedikit tantangan yang harus diselesaikan untuk mengembalikan kejayaan industri kopi nasional yang kini disalip Vietnam.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan, pesatnya pertumbuhan industri kopi nusantara turut berdampak pada lahirnya lebih banyak petani kopi, khususnya di kalangan generasi milenial.

“Bisa dilihat dari menjamurnya kedai kopi dan pusat penyangrai kopi mikro (micro coffee roastery) di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Tentunya diharapkan akan banyak anak muda yang beralih menjadi petani kopi,” tutur Pranoto beberapa waktu lalu.

Pranoto menambahkan, pihaknya menilai keterlibatan anak muda dalam mendorong perkembangan industri kopi nasional menjadi faktor kunci. Ia juga mengapresiasi strategi pemerintah melalui Kementan dalam mendorong generasi muda untuk terjun di industri kopi. Tak hanya sebagai penikmat tapi juga sebagai produsen.

Baca Juga : Bisnis Kedai Kopi adalah Bisnis Cita Rasa

Namun demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan para pemangku kepentingan agar kopi Indonesia lebih berdaya saing di pasar global. Pekerjaan rumah tersebut terutama adalah masih lemahnya produktivitas lahan perkebunan kopi hingga pengolahan pascapanen.

Menurut Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), Anton Apriyantono, ada sejumlah rekomendasi Dekopi untuk mengurai permasalahan industri kopi nasional. Di antaranya, regenerasi tanaman kopi di perkebunan kopi rakyat yang sudah tua dan kurang produktif, pengadaan benih kopi berkualitas, serta pembenahan sistem perkebunan rakyat.

Selain itu, Dekopi juga mengusulkan kepada pemerintah program nasional perbaikan pascapanen kopi rakyat. Melalui fasilitas pemerintah dengan memberikan pemberian kredit penyangga perkebunan kopi dalam rangka diversifikasi usaha tani.

Baca Juga : Industri Kopi Nasional Harus Lebih Agresif Pasarkan Produk ke Pasar Global

Yang tak kalah penting adalah terkait kejelasan produk kopi yang dijual di pasaran agar diawasi oleh pemerintah pusat dan daerah. Serta mengembangkan industri hilir kopi melalui sistem intensif dan disintensif promosi kopi Nusantara dan kopi olahan.

Di samping itu, yang juga perlu diperhatikan adalah branding produk kopi mengingat banyaknya daerah penghasil kopi di Nusantara. Ini merupakan faktor penting karena konsumen yang saat ini didominasi kaum milenial cenderung menyukai produk yang memiliki nilai tambah tinggi. Baik itu dari sisi kemasan maupun “kisah” produknya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan