border=

Menteri Pertanian G20 Sepakat Tingkatkan Produksi Pangan

Pertemuan Menteri Pertanian G20 di Prefektur Niigata, Jepang
(Para menteri pertanian G20 berfoto bersama di pertemuan di Prefektur Niigata, Jepang. Image : FAO)
Pomidor.id – Para menteri pertanian G20 (kelompok ekonomi negara-negara besar), hari Minggu (12/5), sepakat untuk meningkatkan produksi pangan melalui penggunaan teknologi baru demi memenuhi kebutuhan pangan penduduk dunia yang terus bertambah.  

“Inovasi dan pengetahuan sangat penting untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan di sektor pertanian.” Demikian pernyataan bersama para menteri pertanian G20 usai konferensi dua hari di Prefektur Niigata, Jepang. Inovasi dan pengetahuan tersebut termasuk di antaranya adalah pemanfaatn kecerdasan buatan dan robotika.

Peningkatan produktivitas hasil pertanian adalah masalah mendesak mengingat populasi global yang terus membengkak. Merujuk data yang dirilis tahun 2017, diperkirakan 821 juta orang, atau satu dari sembilan penduduk di dunia, tidak dapat mengakses cukup makanan untuk hidup sehat dan layak.

Kelompok negara-negara G20 yang menguasai sekitar 80 persen perdagangan di sektor pangan dan pertanian global, sepakat untuk bekerja sama mengurangi makanan yang terbuang sia-sia. Mereka juga menyerukan kolaborasi untuk mengatasi tantangan global seperti memberantas kelaparan dan mempromosikan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga : FAO Dukung Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Asia Tenggara

Pernyataan bersama para menteri pertanian G20 tak ketinggalan menekankan pentingnya berbagi informasi tentang kesehatan hewan dan tumbuhan. Lebih khususnya lagi, penangangan wabah flu babi Afrika serta flu burung, yang keduanya bersifat patogen.

Dilansir dari World Organization for Animal Health, virus flu babi Afrika lebih mematikan daripada virus flu babi konvensional. Penyakit yang menyerang babi liar dan ternak ini penyebarannya bisa melalui konsumsi atau bersentuhan dengan benda-benda seperti sepatu, pakaian, pisau maupun peralatan lainnya. Meski tidak berdampak langsung pada manusia, namun virus flu babi Afrika ini bisa saja bermutasi di tubuh manusia karena miripnya fisiologis babi dengan manusia.

Hingga saat ini belum ada vaksin yang efektif untuk melindungi hewan dari penyakit ini. Sebelumnya, wabah virus flu babi dilaporkan terjadi di China tahun lalu dan sudah menyebar ke Vietnam dan Mongolia.

Baca Juga : FAO Puji Monitoring Online Flu Burung yang Dikembangkan Kementan

Pertemuan di Prefektur Niigata, daerah di Jepang yang dikenal dengan pertanian padinya, merupakan yang pertama dari serangkaian pertemuan menteri yang dipimpin oleh Jepang menjelang pertemuan puncak G20 yang akan dihelat di Osaka akhir Juni mendatang.

Negara-negara yang tergabung dalam G20 adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, Jerman, Perancis, Jepang, Inggris, India, Indonesia, Kanada, Korea Selatan, Afrika Selatan, Australia, Turki, China, Meksiko, Arab Saudi, Italia, Brazil dan Argentina.

Indonesia di pertemuan tersebut diwakili Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan