Penangkaran Gurita untuk Konsumsi Tak Etis dan Bahayakan Ekologi

Penangkaran Gurita
(Gurita adalah hewan laut yang dikenal sangat cerdas dan memiliki daya jelajah yang sangat luas. Menangkarkannya untuk tujuan komersial di tempat yang sangat terbatas akan membuatnya stress dan gampang mati. Image : Imgur)
Pomidor.id – Rencana untuk membuat peternakan atau penangkaran gurita untuk konsumsi manusia dikecam keras oleh sekelompok peneliti internasional. Selain tak etis, rencana itu juga berbahaya bagi lingkungan karena akan mengacaukan rantai makanan di lautan. Karena itu, mereka mendesak agar perusahaan swasta, lembaga akademik dan pemerintah tidak berinvenstasi di bisnis ini.

Para peneliti mengatakan penangkaran gurita akan membutuhkan penangkapan sejumlah besar ikan dan berbagai jenis kerang-kerangan hanya sekedar untuk memberi makan gurita-gurita tersebut. Pada gilirannya, hal ini akan menambah tekanan berburu biota-biota laut lainnya untuk pakan gurita. Apalagi gurita tergolong hewan yang hanya mau menyantap makanan hidup.

Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Profesor Jennifer Jacquet dari New York University, berpendapat gurita adalah mahluk bebas yang sangat cerdas dan unik. Menangkarkan mereka dalam satu tempat dikhawatirkan justru akan menyebabkan banyak yang mati karena stress.

“Sungguh tak masuk akal. Di abad ke-21, hewan yang rumit dan canggih seperti gurita bisa-bisanya diproduksi massal untuk sumber makanan,” kata Jacquet kepada Observer.

“Gurita makan ikan dan kerang-kerangan dalam jumlah besar. Menyediakannya secara khusus akan mengacaukan sistem rantai makanan di lautan. Penangkaran gurita tidak dapat dibenarkan secara etis dan ekologis,” tegasnya.

Baca Juga : Fakta di Balik Tradisi Perburuan Ikan Paus di Jepang

Meski dikenal sebagai hewan yang cerdas, gurita juga masyhur sebagai kuliner laut yang lezat. Tak kurang dari 350 ribu ton gurita ditangkap setiap tahunnya dan berakhir menjadi hidangan istimewa di berbagai restoran di seluruh dunia. Mulai dari Spanyol ke Chili hingga dari Meksiko ke Australia.

Akan tetapi karena volume tangkapan terus menurun ditambah dengan kian banyaknya kesulitan dalam berburu hewan bertentakel ini, timbul ide untuk menangkarkannya. Gurita jantan dan betina dewasa yang tertangkap akan dikawinkan. Telur-telurnya kemudian ditaruh di tempat khusus dan dijual ke seluruh  dunia.

Larva Gurita
(Larva gurita hanya makan makanan hidup. Ketika dibudidayakan dalam skala massif, hal ini akan menjadi persoalan tersendiri terkait penyediaan pakan untuk mereka. Image : Scubaboard)

Sejumlah perusahaan siap membudidayakan gurita untuk kepentingan konsumsi. Perusahaan makanan laut asal Jepang, Nissui, adalah salah satu yang telah dilaporkan sukses menetaskan telur gurita dan mengembangbiakkannya di penangkaran. Perusahaan tersebut memperkirakan gurita-gurita yang diternakkan sudah akan memasuki pasar komersial tahun depan.

Sementara perusahaan lainnya dari Meksiko dan Australia, juga menyatakan bahwa mereka akan menjual hasil ternakkan gurita mereka dalam waktu dekat.

Baca Juga : Pola Makan Global Musti Diubah demi Kesehatan dan Penyelamatan Bumi

Yang paling menjadi sorotan kecaman Profesor Jacquet dkk adalah tujuan pasar dari gurita yang ditangkarkan ini. Selama ini adalah Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan China adalah pasar terbesar perdagangan gurita untuk konsumsi. Padahal penduduk di kawasan-kawasan tersebut sudah cukup makmur dibandingkan dengan di tempat-tempat lain.

Barbekyu Bayi Gurita
(Barbekyu bayi gurita. Pasar terbesar penangkaran gurita adalah negara-negara yang penduduknya relatif makmur. Image : Octopus Dish)

Maka kesimpulannya, mengkonsumsi gurita lebih pada gaya hidup dan varian kuliner ketimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Karena itulah, penangkaran gurita yang ditujukan untuk konsumsi dipandang sama sekali tidak etis.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan