Penggunaan Alsintan untuk Efisiensi dan Atasi Kekurangan Tenaga Kerja

Penggunaan Alsintan
(Penggunaan alsintan selain efisien juga mengatasi persoalan kurangnya tenaga kerja. Image : Kementan)

Pomidor.id – Alat mesin pertanian (alsintan) modern kini keberadaannya semakin tak terelakkan. Penggunaan alsintan selain efisien, juga untuk menjawab tantangan terus berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Hal ini dikatakan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, beberapa waktu lalu. Menurutnya, ada beberapa alasan pemerintah mendorong mekanisasi pertanian. Di antaranya, luas lahan pertanian makin menyusut yang diperkirkan konversi lahan mencapai 110 ribu ha/tahun, usaha tani belum efisien serta kehilangan hasil yang masih cukup tinggi.

Muat Lebih

Selain itu, tenaga kerja petani juga makin berkurang. Apalagi di sisi lain generasi muda banyak yang tidak mau terjun ke usaha tani karena alasan kotor dan panas.

“Karena faktor-faktor itu kita ingin dengan alsintan mengubah mindset petani dari bertani secara tradisional ke modern. Kita juga ingin usaha tani menjadi lebih efisien,” katanya.

Baca Juga : Alat Mesin Pertanian Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Sarwo mencontohkan, jika pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia (cangkul), maka dalam 1 ha sawah diperlukan 30-40 orang, lama pengerjaannya 240-400 jam/ha, sedangkan biayanya mencapau Rp 2 juta – Rp 2,5 juta/ha. Sementara dengan penggunaan alsintan (traktor tangan), hanya diperlukan tenaga kerja 2 orang, jumlah jam kerja hanya 16 jam/ha dan biayanya Rp 900 ribu – Rp 1,2 juta ha.

Begitu juga saat panen. Jika menggunakan alsintan ungkap Sarwo, hanya perlu 3 jam sudah selesai. Sedangkan kalau menggunakan tenaga manusia perlu waktu 1 minggu. Keuntungan lainnya adalah saat tanam bisa serentak, karena pengolahan lahan bisa cepat, sehingga petani bisa tanam 3 kali setahun.

“Dengan mekanisasi kita juga bisa selamatkan kehilangan hasil panen. Mutu hasil juga meningkat, karena hasil panen relatif lebih bersih,” katanya.

“Faktor-faktor tersebut secara langsung akan meningkatkan produktivitas tanaman,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan