border=

Trump Janjikan USD 15 Milyar untuk Bantu Petani AS

Petani AS
(Petani AS yang merupakan konstituen utama Presiden Donald Trump, justru adalah yang paling merana akibat perang dagang AS dengan China. Image : Reuters)

Pomidor.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, awal pekan ini mengumumkan pemerintahannya berencana mengucurkan USD 15 milyar untuk membantu petani AS yang produknya menjadi sasaran utama pengenaan tarif balasan dari China. Banyak produk pertanian AS yang terkena imbas dari kian sengitnya perang dagang antar kedua negara raksasa ekonomi tersebut.

“Kami akan mengambil tahun tertinggi, pembelian terbesar yang pernah dilakukan China dengan para petani kami. Yakni sekitar 15 milyar dolar. (Dan) melakukan gantinya kepada para petani kami sehingga mereka dapat melakukannya dengan baik,” ujar Trump kepada wartawan di White House dilansir Reuters.

Meski demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang paket bantuan tersebut seperti apa.

Baca Juga : Imbas Perang Dagang, China Pangkas Konsumsi Kedelai untuk Pakan Ternak

Para petani AS yang kebanyakan pendukung utama Trump, adalah yang paling terpukul dalam perang dagang dengan China. Kedelai, misalnya, merupakan ekspor pertanian AS yang memiliki nilai terbesar. Namun ekspor ke China turun ke level terendah selama 16 tahun terakhir di tahun 2018 lalu.

Di sisi lain, penjualan kedelai AS ke tempat lain, tak mampu menutup kerugian. Bahkan kedelai AS jatuh ke level terendah dalam satu dekade tepat hari Senin pekan ini.

Menteri Pertanian AS, Sonny Perdue, mengatakan pada hari Jumat bahwa Trump telah memintanya untuk membuat rencana membantu para petani AS mengatasi imbas perang dagang dengan China di sektor pertanian.

Baca Juga : Kebijakan Tarif Trump Bikin Susah Sektor Pertanian AS

Program bantuan baru akan menjadi bantuan tahap kedua bagi petani. Tahun lalu Departemen Pertanian AS mengucurkan USD 12 milyar untuk mengkompensasi harga yang lebih rendah untuk produk-produk pertanian serta hilangnya penjualan sebagai akibat dari perseteruan dagang dengan China dan negara-negara lain.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan