Vietnam Siap Penetrasi Pasar Alpukat AS yang Dikuasai Meksiko

Vietnam Siap Penetrasi Pasar Alpukat AS yang Dikuasai Meksiko
(Memanfaatkan peluang perang dagang antara Pemerintahan Presiden Trump dengan negara-negara lain, Vietnam siap menggenjot ekspor alpukat ke AS. Image : Vietnam News)
Pomidor.id – Meski kesannya mengambil kesempatan dalam kesempitan, namun negara-negara kecil bisa mengambil manfaat dari perang dagang antar super power ekonomi. Ini pulalah yang dilakukan Vietnam. Negara ASEAN itu siap bersaing untuk berebut pasar alpukat di Amerika Serikat yang selama ini dikuasai Meksiko.

Hari Kamis, (16/5), sejumlah pejabat Vietnam menyatakan negaranya tengah berusaha menggenjot ekspor alpukat ke AS tak lama setelah Presiden Donald Trump mengancam menutup perbatasan AS-Meksiko. Jika ancaman itu bukan gertak sambal belaka, dipastikan pasokan alpukat ke negeri Paman Sam akan menurun drastis. Pasalnya, Meksiko menguasai tak kurang dari 80 persen pasar alpukat di Amerika Serikat.

Hal ini bahkan sudah terjadi sejak April kemarin. Harga alpukat di Amerika Serikat melonjak hampir 50 persen. Melonjaknya harga alpukat ini sebagian karena aksi timbun pedagang yang khawatir Presiden Trump sewaktu-waktu menghentikan aliran masuk barang dari Meksiko, tak terkecuali alpukat.

Muat Lebih

Sebagai informasi, Amerika Serikat mengimpor lebih dari 900 ribu ton alpukat dari Meksiko tahun lalu senilai USD 2,1 milyar (lebih dari Rp 30 trilyun). Data dari Gro Intelligence, Ekspor alpukat Meksiko ke AS ini nilainya setara dengan 10 kali lipat perdagangan alpukat di seluruh dunia.

Baca Juga : Ekspansi Perkebunan Alpukat Timbulkan Masalah Lingkungan

Peluang inilah yang tak hendak disia-siakan Vietnam. Di negara Paman Ho sendiri, alpukat merupakan buah yang tengah naik daun seiring dengan meningkatnya standar kehidupan warganya. Karena itu, produksi buah ini juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Alpukat semakin dipandang (masyarakat) sebagai buah multi manfaat. Selain dapat dikonsumsi langsung dan campuran masakan, juga dapat dipakai sebagai produk kecantikan,” kata Le Van Duc, Wakil Kepala departemen produksi tanaman pangan di Kementerian Pertanian Vietnam kepada Reuters.

“Wilayah perkebunan alpukat di Vietnam terus bertambah mengikuti permintaan yang kian besar,” lanjutnya.

Trend meluasnya perkebunan alpukat tak lepas dari harga kopi di pasar internasional yang menurun. Bulan  ini, harga kopi berada dalam titik terendah dalam enam tahun terakhir di tengah kekhawatiran baru atas perang dagang antara AS dengan China. Di sisi lain, Brazil sebagai produsen terbesar kopi, terus menancapkan dominasinya di perdagangan kopi global.

Hal inilah yang kemudian memicu para petani kopi Vietnam, produsen kopi terbesar ketiga di dunia, beralih ke tanaman perkebunan lain, khususnya alpukat.

Perkebunan Alpukat di Vietnam
(Banyak petani kopi Vietnam yang beralih ke tanaman alpukat. Selain meningkatnya permintaan pasar domestik, hal ini juga karena kian terbukanya peluang ekspor buah eksotis tersebut ke manca negara. Utamanya ke Amerika Serikat. Image : Vietnam News)

Baca Juga : Petani Myanmar Beralih dari Budidaya Bunga Poppy ke Ternak Ulat Sutra

Selama ini Vietnam sudah rutin mengekspor alpukat ke Uni Eropa. Namun kesulitan memasuki pasar AS karena membanjirnya pasokan alpukat dari Meksiko.

Van Duc mengakui, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah upaya Vietnam menembus pasar alpukat AS akan membuahkan hasil sesuai harapan.

“Akan ada negoisasi panjang. Juga dibutuhkan lebih banyak perhitungan matang mengenai skala produksi dan standar kualitas untuk bersaing dengan negara-negara produsen lainnya,” pungkas Duc.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan