Banyak Tantangan ASEAN untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Banyak Tantangan Bagi ASEAN untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian
(Seorang melihat-lihat tanaman sayuran di Phutawen Farm di Provinsi Borikhamaxay, Laos. Sektor pertanian menjadi gantungan hidup sebagian penduduk ASEAN. Image : Asia News Network)
Pomidor.id – ASEAN dianggap sebagai salah satu eksportir utama makanan produk pertanian seperti buah-buahan dan sayuran segar. Sayangnya, kawasan ini masih harus menghadapi banyak tantangan dalam hal produktivitas pertanian dan keamanan pangan.

Beberapa tantangan terkait peningkatan produktivitas pertanian tersebut di antaranya adalah memastikan kualitas dan kuantitas serta menekan kerugian sebelum dan sesudah panen. Yang juga tak kalah pentingnya, meningkatkan ketahanan pangan terhadap perubahan iklim.

Poin-poin di atas menjadi topik bahasan dalam pertemuan ke-14 Kelompok Kerja Teknis ASEAN tentang Pertanian dan Pembangunan (ATWGARD) yang berlangsung 30-31 Mei di Vientiane, Laos.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas langkah-langkah untuk mendorong produktivitas pertanian di negara-negara Asia Tenggara. Para peserta juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama antar peneliti di ASEAN untuk memetakan potensi pertanian di masing-masing negara.

Baca Juga : Masa Depan Ketahanan Pangan Berada di Tangan Jutaan Petani

Menurut Khamphone Mounlamai, Wakil Direktur Jenderal Pertanian Laos yang memimpin pertemuan, pemetaan ini perlu dilakukan untuk memastikan kualitas dan kuantitas produksi.

“Sangat penting untuk memperluas dan mempromosikan penelitian dan pengembangan pertanian di antara semua negara anggota ASEAN. Hal ini akan membantu memperbaiki kualitas produk pertanian, memastikan keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing dalam perdagangan regional dan internasional,” ujar Khampone dikutip Asia News Network.

Kendati berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi, sektor pertanian di Laos dan beberapa negara ASEAN lainnya masih menghadapi banyak kendala. Kendala-kendala ini terutama yang terkait dengan cuaca ekstrem, keterbatasan modal bagi petani kecil dan kurangnya pengetahuan teknis.

Baca Juga : ASEAN Harus Kerja Sama dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

Laporan dari Bank Pembangunan Asia (ADB), meski sektor pertanian di kawasan tumbuh 2,5 persen, namun pertumbuhan itu menurun 0,4 persen di bandingkan tahun lalu. Padi merupakan tanaman utama. Sementara produk pertanian andalan lainnya adalah sayuran, buah-buahan, ketela pohon, pisang, kopi, tebu, kapas dan teh.

Produk ternak juga menjadi komponen penting sumber pendapatan yang dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Kerbau, sapi, babi dan ayam merupakan komoditas ternak utama di negara-negara ASEAN.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan