Cegah Penyakit, Kosta Rika Cekal Masuknya Kerajinan Produk Pisang

Kerajinan Tas dari Produk Pisang
(Produk kerajinan tas yang terbuat dari serat pisang. Image : D’source)

Pomidor.id – Badan Karantina Kosta Rika pekan lalu melarang masuknya produk pisang dalam bentuk apa pun, baik itu berupa kerajinan maupun benda yang terbuat dari bahan baku ekstrak tanaman dan buah pisang. Kebijakan tegas ini diambil untuk mencegah penyebaran wabah Fusarium Wilt di negara tersebut.

Setiap produk yang dibuat dari serat pisang kering dari tanaman yang sakit seperti topi, tas atau kerajinan lain, berpotensi membawa spora penyakit. Demikian penjelasan resmi Badan Karantina Kosta Rika terkait keputusan melarang impor segala benda yang terbuat dari produk pisang.

Langkah ini terpaksa diambil untuk menghindari merebaknya penyakit Fusarium Wilt di negara Amerika Tengah tersebut.

Baca Juga : Sisi Gelap Industri Pisang : “Main Semprot. Mereka Pikir Kami Pisang?”

“Tak ada langkah (kimiawi) yang betul-betul efisien untuk mencegah penyebaran penyakit Fusarium. Pengendalian terbaik adalah melarangnya (impor) secara total. Kerja sama dengan warga sangat penting dalam kebijakan ini,” ujar Nelson Morera, Kepala Badan Karantina dan Keamanan Pangan Kosta Rika, kepada La Republica.

Menguliti Serat Pisang
(Para perajin di Filipina sedang mengolah serat tanaman pisang untuk membuatnya menjadi kerajinan tangan. Meski sudah berbentuk suvenir, tanaman pisang yang terinfeksi penyakit, sporanya masih dapat menyebar ketika di bawah ke tempat lain. Image : Visual Hunt)

Sebagai informasi, Kosta Rika merupakan salah satu produsen utama pisang dunia dan mengekspornya ke 38 negara. Amerika Serikat menjadi konsumen terbesar dengan menyerap sekitar 43 persen produk pisang Kosta Rika. Tanpa pengendalian secara ketat, penyebaran penyakit seperti Fusarium Wilt akan menghancurkan industri pisang dan berpengaruh besar terhadap perekonomian di negara tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan