Ilmuwan Belanda Kembangkan Drone Lebah Polinator

Prototipe Drone Lebah Polinator
(Prototipe drone lebah polinator. Image : The Guardian)

Pomidor.id – Para peneliti di Delft University of Technology di Belanda dalam 10 tahun ke depan akan menyempurnakan pengembangan drone lebah polinator untuk menyerbuki tanaman di dalam greenhouse.

Proyek pengembangan robot polinator ini dilakukan dengan pertimbangan kian merosotnya populasi serangga penyerbuk di seluruh dunia, khususnya lebah. Apalagi Uni Eropa juga melarang pemanfaatan lebah sebagai serangga penyerbuk di dalam greenhouse. Sehingga kemudian muncul ide menggunakan drone lebah polinator sebagai alternatifnya.

Muat Lebih

Prototipe drone penyerbuk tersebut saat ini 55 kali lebih besar dari lalat buah. Beratnya 29 gram dengan rentang sayap sepanjang 33 cm. Sementara untuk baterainya dirancang dapat terbang selama 6 menit dengan cakupan jarak 1 km.

Baca Juga : Insinyur Rusia Kembangkan Robot Lebah untuk Polinator Strawberry

“5 sampai 10 tahun mendatang, saya optimis akan ada teknologi yang sudah mampu membuat drone yang lebih kecil. Dan kami bisa mencobanya di dalam greenhouse,” kata Matey Karasek, salah seorang peneliti, kepada The Guardian.

Beberapa tahun terakhir, para ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan drone robot polinator sebagai pengganti serangga penyerbuk yang populasinya terus menunjukkan trend penurunan.

Selain Belanda, peneliti dari Rusia, Jepang, China serta ilmuwan dari beberapa negara lainnya, telah menciptakan drone yang mampu berperan sebagai penyerbuk tanaman. Kendati belum sempurna, namun perkembangan kemajuan teknologi diyakini dapat membuat drone lebah polinator mendekati fungsi dan ukuran seranggga aslinya di alam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan