Jepang Siapkan UU Cegah Buah Super Dikomersialisasi Negara Lain

Jepang Siapkan UU Cegah Buah Super Dibudidayakan Di LN
(Jepang berencana menerbitkan UU yang melarang komersialisasi buah-buah supernya oleh negara lain. Image : Japan Times)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang berupaya keras mencegah arus keluar varietas buah super dibudidayakan untuk tujuan komersial di luar negeri. Demi mendukung upaya ini, tengah disiapkan regulasi atau undang-undang (UU) yang melarang komersialisasinya oleh negara lain.

Sejumlah benih dan anakan dari varietas buah yang dikembangkan secara unik di Jepang, kerap tanpa izin dibawa keluar. Bahkan dibudidayakan secara komersial di luar negeri. Buah-buahan tersebut selama ini dikenal sebagai buah super karena rasanya yang luar biasa dan harganya yang fantastis. Sebut saja Semangka Densuke, Melon Yubari, Mangga Taigo no Tamago, Anggur Ruby Roman, Strawberry Bijin-Hime, dan masih banyak lagi buah yang harganya sepintas tak masuk akal.

Namun mahalnya harga ini pula yang membuat buah-buahan eksotis asal negara matahari terbit itu diam-diam mulai diperbanyak dan diperjualbelikan di luar negara asalnya.

Muat Lebih

Untuk menghindari hal yang dapat menghambat pertumbuhan ekspor produk pertanian dan makanan tersebut, Kementerian Pertanian Jepang mempertimbangkan menerbitkan peraturan yang lebih ketat. Juga membuka kemungkinan merevisi undang-undang yang berkaitan dengan hal itu.

Baca Juga : Edible Flowers Lagi Marak Di Jepang

Saat ini Jepang sedang berupaya menggenjot ekspor buah-buahan “kelas atas” dengan nilai total ¥ 1 trilyun (Rp 125 trilyun)/tahun. Namun adanya pihak luar yang mendompleng ketenaran buah-buahan eksotis demi mengejar keuntungan, membuat target itu bisa terganggu.

Misalnya saja, Shine Muscat. Varietas anggur yang berpuluh tahun dikembangkan di Jepang, kini ditanam pula di China dan Korea Selatan. Dua tahun lalu, Kementerian Pertanian Jepang mendapati anggur itu dibudidayakan untuk tujuan komersial di kedua negara tersebut. Bahkan anggur itu kini diekspor ke Malaysia, Thailand dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Meski diproteksi UU Perlindungan Varietas Tanaman dan Benih sejak tahun 2006, namun UU tersebut belum didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual yang diakui dunia internasional. Menurut sumber dari kementerian terkait sebagaimana dilansir Japan Times, hal itu karena pemerintah Jepang tidak menyangka China dan Korea Selatan akan mengekspor varietas anggur Shine Muscat.

Anggur Shine Muscat
(Anggur Shine Muscat dari Prefektur Okayama, Jepang, kini juga dibudidayakan secara secara komersial di China dan Jepang. Image : Okayama Japan)

Baca Juga : Pisang Mongee, Pisang yang Bisa Dimakan Bersama Kulitnya

Pada Maret tahun ini, kementerian pertanian menggelar panel yang diikuti para ahli untuk membahas langkah-langkah mencegah masalah yang serupa dengan kasus Anggur Shine Muscat.

Salah satu usulan dalam panel tersebut adalah melakukan revisi undang-undang varietas tanaman yang dilindungi dari komersialisasi oleh negara lain. Selain itu, panel juga akan mencari terobosan untuk mempromosikan pengembangan varietas buah super baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan