Litbang KLHK Ubah Kotoran Gajah Menjadi Kertas

Mengumpulkan Kotoran Gajah
(Mengumpulkan kotoran gajah yang akan dijadikan bahan baku pembuatan kertas. Image : Antara)
Pomidor.id – Untuk alternatif pengganti kayu sebagai bahan baku produksi kertas global, Balai Peneliltian dan Pengembangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) berinovasi membuat kertas menggunakan serat non kayu. Uniknya, serat non kayu tersebut berasal dari kotoran gajah.

BP2LHK Aek Nauli menawarkan solusi untuk mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas dengan memanfaatkan kotoran gajah. Ada 4 gajah di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) yang limbahnya dapat diolah menjadi hal yang bermanfaat. Konservasi gajah Aek Nauli berada di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

“Seekor gajah dapat menghasilkan hingga 240 pon (110 kg) kotoran per hari. Kotoran yang dihasilkan per hari dapat digunakan untuk memproduksi sekitar 265 lembaran kertas dengan ukuran rata-rata panjang 30 inci lebar 25 inci. Kertas kotoran gajah umumnya dapat digunakan untuk membuat berbagai macam produk kertas, mulai dari kertas tulis biasa, buku harian, dan buku memo besar,” jelas Erwin Patriot Manik, Teknisi Litkyasa BP2LHK Aek Nauli yang menangani pengolahan limbah gajah.

Baca Juga : Industri Fashion Produksi Jaket Kulit dari Limbah Nanas

Menurut Manik, meski mudah tapi cukup banyak tahapan yang musti dilakukan dalam pembuatan kertas dari kotoran gajah. Mulai dari tahapan awal berupa pengumpulan material berupa limbah gajah, kertas bekas, karton, dll, hingga penjemuran dan penyimpanan kertas yang sudah jadi pada lemari penyimpanan.

Tahapan ini memakan waktu hanya beberapa jam saja, tapi bisa pula berlangsung seharian jika cuaca saat penjemuran kertas tidak mendukung.

Menjemur Kotoran Gajah
(Proses penjemuran kotoran gajah sebelum diolah menjadi kertas. Image : Kompas)

Saat ini pengolahan limbah dari kotoran gajah menjadi kertas di BP2LHK Aek Nauli masih terus berjalan dan dikembangkan. Kertas yang dihasilkan masih berupa lembaran dengan berbagai ukuran dan warna. Ke depannya kertas tersebut akan dibuat lebih tebal, sehingga bisa dijadikan sebagai bahan untuk tas souvenir (paper bag).

“Nanti, paper bag ini selain untuk dipamerkan, juga bisa kita jual lewat koperasi kepada pengunjung yang datang, terutama pelajar dan mahasiswa. Paling tidak kita sudah ikut mengajarkan kepada mereka untuk mengurangi sampah kantong plastik dengan penggunaan tas yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga :  Keren! Bungkus French Fries dari Kulit Kentang

Selain itu, limbah gajah di KHDTK Aek Nauli juga diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sisa pakan gajah (pelepah sawit) diolah menjadi kerajinan dan sebagian diolah menjadi asap cair.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan