Menteri Susi Serukan Kurangi Penggunaan Sampah Plastik

107-Menteri Susi Serukan Kurangi Penggunaan Sampah Plastik
(Sampah plastik di lautan mengancam eksistensi banyak biota laut. Image : NRDC)
Pomidor.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, terus menyerukan kepada berbagai kalangan masyarakat di Indonesia untuk mengurangi penggunaan sampah plastik yang dapat mendegradasi mutu lingkungan. Termasuk di kawasan perairan seperti laut dan sungai.

“Kita kurangi dari diri kita dengan tidak menggunakan, memakai atau menerima sampah plastik,” kata Menteri Susi dalam rilisnya beberapa hari lalu.

Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa lebih baik bila warga menggunakan kantong atau tas yang tahan lama dan bisa digunakan berkali-kali. Ia meyakini Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih baik jika masyarakat memulai dari diri sendiri dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Muat Lebih

Sementara itu, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengungkapkan berbagai kerugian yang dirasakan oleh nelayan akibat timbunan sampah plastik yang tidak tertangani di lautan Indonesia. Misalnya, zat beracun yang dapat terkonsumsi oleh biota laut yang tertipu.

“Zat beracun plastik menipu biota laut,” kata Kepala Kajian Strategis KNTI Niko Amrullah.

Baca Juga : Khofifah Minta Warga Jatim Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Niko mengatakan biota laut khususnya ikan sering menganggap sampah-sampah plastik yang mencemari lautan sebagai makanannya.

“Sampah plastik itu punya sifat beracun yang mematikan. Sehingga tidak jarang banyak biota laut yang mati akibat kandungan racun dari sampah itu,” kata Niko.

Menurutnya, biota laut yang mati itu seharusnya berpotensi menjadi tangkapan para nelayan yang dapat menghasikan keuntungan.

Kerugian lainnya adalah ikan tangkapan nelayan mengalami pergeseran genetik sehingga mengurangi nilai jual di pasar ikan.

“Banyak ikan yang mengalami pergeseran gen, senyawa plastik bercampur dengan organ tubuh ikan,” tuturnya.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Road Map Pengurangan Sampah Plastik

Sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman juga terus mendukung target penurunan 70 persen sampah laut (marine debris) yang didominasi sampah plastik dengan menekankan bahwa ketersediaan data mengenai estimasi jumlah sampah di laut merupakan hal yang penting.

Target tersebut mendapat dukungan Presiden Joko Widodo yang menerbitkan Peraturan Presiden No 83 Tahun 2018 mengenai Penanganan Sampah Laut. Dalam Rencana Aksi Nasional (RAN), pemerintah menargetkan mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada 2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan