Negoisasi, Kunci Indonesia Surplus Neraca Perdagangan Pertanian

Negoisasi, Kunci Indonesia Capai Surplus Neraca Perdagangan Pertanian
(Wakil Presiden Argentina, Gabriela Michetti, menandatangani kesepakatan kerja sama bilateral Indonesia-Argentina di bidang pertanian, Mei 2019. Dalam kesepakatan tersebut, Argentina bersedia memperbesar akses masuknya produk-produk pertanian Indonesia seperti buah tropis, rempah dan produk unggulan lainnya. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Selama empat tahun pemerintahan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla, neraca perdagangan pertanian terus mengalami peningkatan. Capaian ini tak lepas dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus membangun kerjasama dan negosiasi perdagangan dengan negara lain serta upaya meningkatkan produksi dalam negeri.

Surplus neraca perdagangan pertanian ini disampaikan oleh Kuntoro Boga, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6).

“Artinya kita terus berupaya mengekspor produk pertanian baik melalui peningkatan produksi dalam negeri maupun kerjasama dan negosiasi perdagangan dengan negara lain,” ungkap Kuntoro.

Menurut Kuntoro, peluang kerjasama dibuka melalui penjajakan bilateral seperti pertemuan Mentan Andi Amran Sulaiman dengan Mentan Brazil Tereza Cristina beberapa waktu yang lalu. Dalam kesempatan itu, Amran mendorong Brazil untuk membeli berbagai produk pertanian dari Indonesia.

Baca Juga : Indonesia Incar Ekspor Salak Hingga Sarang Burung Walet ke Brazil

“Pemanfaatan peluang ekspor ini harus terus dikejar supaya neraca perdagangan kita tidak defisit. Sebaliknya, kita harus mampu membuat neraca perdagangan kita meningkat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dalam bentuk volume dan nilai produk pertanian. Kenaikan ini juga terjadi sejak awal 2019 hingga pertengahan tahun ini.

Kondisi serupa juga terjadi pada periode 5 tahun terakhir, di mana volume ekspor meningkat 9 sampai 10 juta ton. Kenaikan itu di atas volume pada 2013 yang hanya 33,5 juta ton.

“Dengan kata lain, selama periode tersebut kita mampu tumbuh sebesar 26,9 persen atau rata-rata 5,4 persen per tahun,” katanya.

Baca Juga : Indonesia Buka Akses Buah Tropis Eksotis dan Rempah ke Argentina

Indonesia juga tercatat mengalami surplus nilai perdagangan produk pertanian sebesar USD 10,03 Miliar pada 2018. Selanjutnya, kondisi yang sama terjadi pada awal tahun ini. Pada April 2019, volume ekspor produk pertanian telah mencapai 13,14 juta ton atau meningkat 1,84 persen dibandingkan Januari-April 2018.

“Melihat pergerakan ini, diperkirakan volume ekspor produk pertanian akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sebab, selama Januari-April 2019, Indonesia sudah mengalami surplus sebesar USD 2,26 Miliar,” tutupnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan