Pasar di Nigeria Ini Hanya Berlakukan Barter Barang untuk Jual Beli

Barter Barang di Pasar Esuk Mba, Nigeria
(Penjual barang di Pasar Esuk Mba, Nigeria, yang hanya mengenal sistem barter untuk praktik jual beli. Image : Africa News)
Pomidor.id – Sebuah pasar di Nigeria memiliki kebiasaan unik. Baik pembeli maupun penjual di sana sama sekali tak menggunakan uang dalam bertransaksi. Mereka lebih suka barter barang karena selain sudah tradisi turun temurun, barter dianggap aman dari inflasi.

Para pengunjung di Pasar Esuk Mba di Calabar, wilayah selatan Nigeria, terkenal karena model transaksi jual belinya yang tak lazim di masa sekarang. Mereka mengandalkan barter untuk mendapatkan barang-barang yang diinginkan atau dibutuhkan. Dengan kata lain, uang tunai tak berlaku di pasar tersebut.

Menurut penelusuran portal Africa News, praktik berdagang ala jaman baheula ini sudah dilakukan di Akpabuyo yang terletak di negara bagian Cross River, sejak tahun 1956 dan tidak berubah hingga sekarang.

Muat Lebih

Salah seorang pedagang, Effiong Ekpo, mengatakan ia sudah sekitar dua dekade menjadi bagian dari pelaku barter barang di Pasar Esuk Mba.

“Saya sudah berdagang di pasar ini 20 tahun. Saya datang kemari untuk memperoleh bahan-bahan makanan seperti siput air (keong sawah), ikan dan okra. Barang-barang itu akan saya tukar dengan apa yang saya miliki,” ujarnya.

Baca Juga : Larangan Berjualan di Pinggir Jalan Rugikan Petani Zambia

Para pedagang di pasar tersebut juga berbarter berbagai aneka macam barang seperti buah-buahan, sayuran, garam, dan minyak sawit.

Lalu bagaimana dengan uang tunai sebagai satu-satunya alat tukar resmi yang berlaku di tempat lain?

Warga mengatakan mereka tetap membutuhkannya. Uang cash ini baru mereka peroleh ketika ada rombongan wisatawan yang berkunjung atau ketika mereka menjual barang di luar komunitas mereka. Lembaran-lembaran uang itu mereka pergunakan, misalnya, untuk membayar biaya sekolah anak-anak mereka.

Baca Juga : Sektor Pertanian Berperan Kurangi Pengangguran di Nigeria

Menurut tetua adat setempat, Chief Edem Duke, jual beli menggunakan sistem barter barang tidak akan pernah bisa dihilangkan dari Akpabuyo.

“Bertukar barang dengan barter bagian dari tradisi di Pasar Esuk Mba. Kami tidak bisa menghapus tradisi ini,” ujar sang tetua adat.

Meski bertukar satu jenis barang dengan barang yang lain merupakan proses jual beli yang dianggap primitif, namun praktik dagang semacam ini justru membantu mengurangi merebaknya masalah kelangkaan pangan yang terjadi di daerah-daerah pedesaan di sejumlah wilayah di Afrika. Dan yang lebih penting lagi, praktik barter barang tak mengenal inflasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan