Penyilangan Belgian Blue dengan Sapi Lokal Tunjukkan Hasil Memuaskan

Penyilangan Belgian Blue dengan Sapi Lokal Tunjukkan Hasil Memuaskan
(Selain inovasi produksi pakan lokal, Lolitsapi di Grati, Pasuruan, juga melakukan penyilangan Belgian Blue dengan sapi lokal. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) Melalui Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) di Grati Pasuruan, Jawa Timur berhasil melakukan inovasi produksi pakan berbahan baku lokal untuk pengembangan sapi potong. Di lolitsapi itu juga berhasil dilakukan penyilangan Belgian Blue dengan sapi lokal Peranakan Ongole (PO) dengan hasil memuaskan.

“Persilangan ini diharapkan bisa menjadikan Belgian Blue lebih adaptif terhadap iklam tropis,” ujar Kepala Badan Penelitian Pertanian Kementan, Fadjri Jufri, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ke Lolitsapi, Jumat (28/6).

Fadjri mengatakan, penyilangan Belgian Blue dengan sapi lokal ini diharapkan mampu memberi kontribusi besar terhadap pencapaian swasembada daging Indonesia. Saat ini populasi sapi di Jawa Timur mencapai 4,6 juta ekor. Hampir 40% dari total sapi nasional yang pada tahun 2019 mencapai 17,2 ekor.

Muat Lebih

“Ini merupakan implementasi program Upsus Siwab (upaya khusus sapi indukan wajib bunting) yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat secara signifikan,” katanya.

Baca Juga : Belgian Blue Berkembang Biak, Harapan Capai Swasembada Daging Sapi

Sampai saat ini Lolitsapi juga terus melakukan riset pengembangan Belgian Blue (BB) dan Sapi Kembar.  Metodenyabuatan dengan penanganan khusus.

“Merode ini untuk menghasilkan dua ekor anak sapi (pedet). Jadi, dalam satu kelahiran dilakukan melalui teknologi sinkronisasi menggunakan dosis hormon PGF2 alpha sebesar 1000 IU atau 5,0 ml dan superovulasi menggunakan hormon PMSG,” tambah Fadjri.

Kementan Dorong Pengengembangan Pakan Lokal

Di sisi lain, kata Fadjri, Lolitsapi juga harus mampu menjadi pusat riset dan pengembangan pakan berbahan baku lokal. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan peternak di seluruh Indonesia. Pakan berbahan baku lokal ini antara lain berupa rumput gajah, jerami padi selain bahan baku lokal lain. Misalnya saja, kulit kopi, dedak padi, bungkil inti sawit, bungkil kopra, dan limbah tepung roti.

Baca Juga : Mentan Apresiasi Peternak Sapi Potong Jawa Timur

Sementara itu, hasil penelitian pakan yang dilakukan beberapa ahli berhasil meracik kulit kopi sebagai bahan campuran pakan lokal dengan hasil penambahan bobot yang baik. Di samping juga pengembangan rumpi jagung, bungkil inti sawit, tepung gaplek, dedek padi dan konsentrat.

“Ini komposisinya sudah seimbang antara serat, mineral, dan protein. Tentu kita juga sudah membuat komposisi pakan tersebut berdasarkan persediaan dan pasokan bahan baku lokal yang tersedia,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan