Pertanian Organik Qatar Tumbuh di Tengah Blokade Negara Tetangga

Pertanian Organik Qatar Terus Tumbuh di Tengah Blokade Negara Tetangga
(Pemerintah Qatar berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan warganya akan produk pangan dan sayuran segar. Image : Qatar Day)
Pomidor.id – Pertanian organik Qatar terus menunjukkan perkembangan positif selama dua tahun terakhir. Blokade ekonomi dari negara-negara tetangga justru membuat Qatar kini berusaha mandiri, khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan produk-produk organik makanan segar bagi warganya.

Selama bertahun-tahun, Qatar bergantung pada impor buah dan sayuran organik. Hal ini karena tanah di negara itu dinilai tak subur, terlalu kering dan nyaris mustahil ditanami sayuran jenis apa pun. Produk-produk impor makanan segar yang dijual pun harganya selangit.

Namun sejak blokade ketat yang diterapkan sejumlah negara jiran seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak 5 Juni 2017, pasokan barang-barang dari luar menjadi seret.

Baca Juga : Perluas Kawasan Organik, Denmark Alokasikan Dana Ratusan Milyar

Dua tahun bukan masa yang singkat bagi sebuah negara yang hampir seratus persen mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya. Oleh karena itu, otoritas yang berwenang di Qatar berupaya keras mandiri dalam pemenuhan, setidaknya, dalam produk makanan segar dan susu.

Dilansir dari Gulf Times, pertanian organik dan hidroponik di Qatar terus berkembang dan pelan-pelan mampu menyediakan makanan segar di pasar lokal dengan harga yang relatif jauh lebih murah. Tak heran jika produk makanan yang diproduksi di dalam negeri ini pun kian populer di mata warga.

Sebelumnya, alam Qatar yang keras dianggap sama sekali tidak menguntungkan untuk pertanian dan perkebunan organik. Selain suhunya yang sangat tidak bersahabat ketika musim panas, curah hujan yang rendah serta tanahnya yang gersang, airnya juga mengandung klorin untuk menghilangkan kandungan garam yang tinggi.

Produksi Terong di Qatar
(Produksi terong di pertanian hidroponik Al Khor, Qatar. Untuk menyesuaikan iklim ideal bagi tumbuhnya tanaman, terpasang sistem pendingin yang dapat mengurangi temperatur di dalam greenhouse hingga 160C. Image : Gulf Times)

Baca Juga : Pertanian Organik Selamatkan Kuba dari Bencana Kelaparan

Menghadapi tantangan ini, Pemerintah Qatar bekerja keras membuat lingkungan di negaranya menjadi kondusif untuk pertanian. Beberapa di antaranya adalah dengan aplikasi teknik produksi berteknologi tinggi, metode pertanian yang praktis dan efisien karena pertanian organik menghemat penggunaan energi dan air hingga 30% dibandingkan pertanian konvensional.

Selain itu dari sisi keberlanjutan, pertanian organik menghasilkan produk yang lebih sehat dan tidak menyebabkan pencemaran air tanah.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan