Peternakan di Eropa Berkontribusi Terhadap Deforestasi di Amerika Latin

Peternakan di Eropa Berkontribusi Terhadap Deforestasi di Amerika Latin
(Kebutuhan pakan untuk peternakan ayam di Eropa bergantung pada pasokan kedelai dari Amerika Latin. Image : Greenpeace)
Pomidor.id – Sektor peternakan di Eropa yang memproduksi telur, daging ayam dan daging babi, berkorelasi langsung dengan deforestasi di bumi belahan lain. Dua negara Amerika Latin, Brazil dan Argentina, terus menggunduli hutan mereka demi menanam kedelai transgenik yang menjadi pakan utama ternak di Eropa.

Demikian rilis Greenpeace Perancis mengenai ambivalensi peternakan di Eropa dalam laporan yang dipublikasikan hari Selasa, (11/6). Laporan itu diberi judul “Konsumsi daging Eropa memperburuk krisis iklim dengan ketergantungannya pada kedelai”.

“Di Brazil dan Argentina, lebih dari 95% kedelai yang diproduksi merupakan hasil rekayasa genetik,” ungkap Greenpeace.

Uni Eropa mengimpor lebih dari separuh kedelai yang diproduksi di kedua negara (37% dari Brazil dan 29% dari Argentina). Namun penanaman besar-besaran kedelai transgenik ini menyebabkan penggundulan hutan secara masif di Brazil dan Argentina, tambah LSM lingkungan itu.

Cécile Leuba, penulis laporan tersebut menyatakan Uni Eropa terang-terangan menerapkan standar ganda dalam persoalan lingkungan dan keamanan pangan.

“Kami mengecam standar ganda UE. Satu sisi melarang GMO (Genetically Modified Organisms) dan membatasi penggunaan pestisida sintetis di Eropa. Tapi di sisi lain mengijinkan impor kedelai hasil rekayasa genetik dengan banyak paparan pestisida di tempat lain,” tulis Leuba kepada AFP.

Baca Juga : Ekspansi Perkebunan Alpukat Timbulkan Masalah Lingkungan

Greenpeace mencatat bahwa 87% kedelai yang diimpor Eropa adalah untuk pakan ternak. Pakan untuk ayam pedaging dan ayam petelur menempati peringkat tertinggi konsumsi kedelai impor (50%). Kemudian berturut-turut pakan babi (24%), pakan sapi perah (16%) dan sapi pedaging (7%). Sementara sisanya untuk keperluan yang lain.

“Apa yang ingin kami tunjukkan kepada warga Eropa adalah konsumsi telur, daging dan produk susu mereka berkorelasi langsung dengan penggundulan hutan di Amerika Selatan. Mayoritas hewan ternak membutuhkan kedelai untuk pakan sehari-hari,” lanjut Leuba.

Dari perhitungan Greenpeace, untuk mendapatkan 100 gram dada ayam, dibutuhkan 109 gram kedelai. Sedangkan untuk berat yang sama dalam iga babi, dibutuhkan 51 gram kedelai.

Baca Juga : Pola Makan Global Musti Diubah demi Kesehatan dan Penyelamatan Bumi

Laporan Greenpeace juga menyebutkan bahwa produksi kedelai di Brazil telah meningkat 4 kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Jika hutan hujan tropis di Amazon “relatif terlindung dari ekspansi ini” berkat moratorium di tahun 2006, penanaman kedelai justru berkembang pesat di sabana dan hutan Cerrado yang “kehilangan setengah dari vegetasi aslinya”.

Perluasan Tanaman Kedelai dan Hutan di Cerrado
(Lahan yang bakal ditanami tanaman kedelai di Cerrado, Brazil, bersebelahan tepat dengan hutan tropis. Perluasan tanaman kedelai yang terus meningkat permintaannya, diperkirakan bakal mengubah hutan tropis dengan keanekaragaman hayatinya itu menjadi hamparan tanaman monokultur. Image : WWF)

Dataran rendah Gran Chaco yang membentang melintasi wilayah Argentina, Bolivia dan Paraguay, “juga tak luput dari tekanan besar perluasan pertanian kedelai”, rilis laporan Greenpeace tersebut.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan