UE dan Europol Hadapi Meningkatnya Kasus Penipuan Makanan di Spanyol

UE dan Europol Hadapi Meningkatnya Kasus Penipuan Makanan di Spanyol
(The Spanish Guardia Civil (Seprona) tengah menyita sayuran konvensional yang diklaim organik dengan tujuan untuk dijual dengan harga yang jauh lebih mahal. Image : Europol)
Pomidor.id – Uni Eropa dan Europol kian direpotkan dengan meningkatnya potensi kasus-kasus penipuan yang berkaitan dengan makanan, terutama di Spanyol. Untuk pertama kalinya, produk makanan organik masuk dalam kategori makanan yang rentan dipalsukan.

Beberapa hari lalu, The Spanish Guardia Civil atau Seprona (badan penegak hukum semi militer tertua dan ditakuti di Spanyol), menangkap sembilan orang dengan tuduhan telah melakukan penipuan makanan. Mereka diamankan karena menjual sayur-sayuran yang dibudidayakan secara konvensional namun dilabeli sebagai produk organik agar bisa dijual dengan harga jauh lebih mahal. Hal ini tentu saja sangat merugikan konsumen.

Kasus-kasus penipuan makanan kini menjadi bagian dari operasi global OPSON VIII. Dengan operasi OPSON (yang artinya makanan dalam bahasa Yunani), Interpol dan Europol secara berkala melakukan penyelidikan besar-besaran terhadap dugaan penipuan atau ketidakbenaran informasi yang disengaja terkait makanan. Operasi itu dilakukan dan melibatkan puluhan negara.

Baca Juga : Pro Kontra Tanaman Hidroponik Diberi Sertifikat Organik

Yang menarik, untuk pertama kalinya makanan organik menjadi bagian dari penyelidikan OPSON tahun ini.

Rilis dari Europol, ada kurang lebih 90 ribu ton makanan organik yang sudah diuji. Sekitar 470 ton sayuran konvensional (dibudidayakan menggunakan pupuk dan pestisida sintetis) disita karena diberi label organik.

“Konsumen (produk organik) sebagian besar berasal dari Jerman, Inggris, Perancis dan Denmark,” demikian laporan Europol.

Pusat investigasi adalah perusahaan yang memasarkan mentimun dan paprika dalam jumlah besar. Sempat muncul kekhawatiran tentang “bio-fraud besar”. Akan tetapi, baik Europol maupun Komisi Uni Eropa tidak mengomentarinya. Selain itu, juga tidak ada laporan khusus penyelidikan OPSON tentang hal ini.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan