Banglades Puji Sektor Pertanian Indonesia dan Pengelolaan Informasinya

Banglades Puji Sektor Pertanian Indonesia dan Pengelolaan Informasinya
(Delegasi Agriculture Information Service (AIS) Bangladesh saat berkunjung ke Kementerian Pertanian RI. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Bangladesh menilai Indonesia telah berhasil mentransformasi pertanian tradisionalnya menjadi pertanian modern.

Melalui Kementerian Pertaniannya, Bangladesh mengirimkan delegasi Agriculture Information Service (AIS) untuk mempelajari sektor pertanian Indonesia secara umum. Secara khusus juga dipelajari sistem desiminasi informasi dan manajemennya.

Kunjungan Delegasi Bangladesh diterima langsung oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri.

“Secara khusus, mereka tertarik dengan kemajuan sektor pertanian kita. Tadi sudah saya paparkan kinerja 4,5 tahun pembangunan pertanian kita. Kami juga menyampaikan sistem pengelolaan informasi dan diseminasi teknologi pertanian di Indonesia,” kata Kuntoro dalam rilisnya, Selasa (2/7).

Baca Juga : 8 Negara FAO Pelajari Sistem Pertanian Indonesia

Lebih lanjut, Kuntoro menjelaskan kepada Delegasi Banglades bahwa selama ini program dan informasi pembangunan pertanian disampaikan khususnya kepada petani dan masyarakat luas melalui berbagai saluran informasi. Baik itu saluran tradisional, mainstream, digital, termasuk media sosial.

“Kami, Kementerian Pertanian memiliki struktur sampai daerah yang bisa langsung bersentuhan dengan petani dan pelaku agribisnis. Ada unit kerja kami di semua provinsi yang mendampingi kegiatan-kegiatan dalam pengkajian teknologi pertanian, diseminasi dan penyuluhan pertanian, pendidikan dan perkarantinaan. Namun kami juga memiliki mitra Dinas Pertanian di Propinsi dan Kabupaten di daerah yang secara bersama sama membangun sektor pertanian di lapangan,” jelasnya.

Pimpinan delegasi AIS, Rezaul Islam, mengapresiasi sistem yang telah terbangun dan capaian sektor pertanian Indonesia. Ia juga mengapresiasi pengelolaan informasi pertanian dan strategi komunikasi yang dilakukan Kementan.

Baca Juga : 12 Negara Afrika Belajar Pertanian dan Peternakan di Malang

Rezaul mengaku tertarik untuk mempelajari lebih jauh dari Kementerian Pertanian Indonesia, khususnya pada proses pemberitaan informasi pertanian.

“Kami juga telah menggunakan teknologi informasi secara optimal, seperti yang Kepala Biro sampaikan di Indonesia sudah diaplikasikan. Berbagai kanal dan akun media sosial. Ada facebook, twitter, instagram, youtobe, website, dan radio juga telah digunakan oleh penyuluh, peneliti dan pegawai Kementerian Pertanian di Bangladesh untuk mendiseminasikan berbagai informasi dan teknologi yang kami punya” ujar Rezaul.

“Selama ini kami mempublikasikan dan mendiseminasikan terkait informasi pertanian di Bangladesh di TV setiap pagi. Selain itu kami juga menyiarkan informasi pertanian melalui radio dan kami menyiapkan hotline telepon. Tapi di Indonesia lebih maju dan lebih banyak saluran untuk mengakses akses informasi yang memudahkan penerapan teknologi. Ini perlu kami pelajari lebih jauh dan terapkan di negara kami,” tukasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan