Cabut dari IWC, Jepang Kembali Lanjutkan Tradisi Perburuan Ikan Paus

Cabut dari IWC, Jepang Kembali Lanjutkan Tradisi Perburuan Ikan Paus
(Perburuan ikan paus untuk tujuan komersial menjadi industri menggiurkan di Jepang. Image : Jiji Press)
Pomidor.id – Setelah 31 tahun jeda, untuk pertama kalinya Jepang kembali melanjutkan tradisi perburuan ikan paus untuk tujuan komersial. Perburuan mamalia terbesar di lautan itu diiringi dengan upacara perayaan di sejumlah pelabuhan Jepang awal pekan ini.

Kapal-kapal pemburu ikan paus berangkat dari kota Kushiro di Hokkaido dan dari pelabuhan Shimonoseki di Perfektur Yamaguchi. Diizinkannya kembali tradisi perburuan ikan paus dirayakan secara meriah di pelabuhan-pelabuhan kapal penangkap ikan di Jepang

Walikota Shimoneseki, Shintaro Maeda, mengungkapkan antusiasmenya terhadap ekspedisi perburuan paus ini.

Muat Lebih

“Setelah lebih dari 30 tahun, saya bangga dan bahagia perayaan digelar lagi di Shimonoseki untuk kapal-kapal pemburu paus komersial,” kata Maeda.

Menteri Pertanian Jepang, Takamori Yoshikawa, dalam perayaan yang sama, menyatakan dukungannya pada konsumsi ikan paus.

“Banyak orang  (di Jepang) mengkonsumsi ikan paus dan berharap industri perburuan ikan paus dapat berlangsung permanen,” kata Yoshikawa.

Baca Juga : Fakta di Balik Tradisi Perburuan Ikan Paus di Jepang

Dilansir Asahi Shimbun, armada kapal pemburu ikan paus ini beroperasi setelah Jepang menarik diri dari Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC/International Whaling Commission).

Mirisnya, salah satu spesies ikan paus yang menjadi target buruan utama kapal-kapal Jepang tersebut adalah Paus Sei, yang masuk dalam daftar spesies yang terancam punah.

“Ini adalah hari yang menyedihkan untuk perlindungan paus secara global,” kata Nicola Beynon dari Human Society International.

“Jepang telah memulai era baru perburuan ikan paus yang mengerikan,” lanjutnya.

Perburuan ikan paus untuk tujuan komersial memiliki efek buruk pada ekosistem dunia. Menurut para ilmuwan kelautan, ikan paus sangat penting bagi rantai makanan serta menjaga lautan tetap sehat.

Baca Juga : Penangkaran Gurita untuk Konsumsi Tak Etis dan Bahayakan Ekologi

Jepang terakhir kali berburu ikan paus untuk konsumsi pada tahun 1986. Kendati mematuhi IWC selama lebih dari tiga dekade, negara ini tetap membantai setidaknya 200 hingga 1.200 paus setiap tahunnya. Alasannya, demi “penelitian ilmiah”.

Sebuah LSM Amerika Serikat, Konservasi untuk Paus dan Lumba-lumba, menyatakan bahwa ikan paus adalah mamalia yang sangat cerdas. Mirip dengan manusia, mereka juga tergolong mahluk sosial yang saling berinteraksi dan mudah bekerja sama dengan sesama spesiesnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan