Dirjen FAO Serukan Upaya Lebih Keras Perangi Obesitas Global

Dirjen FAO Serukan Upaya Lebih Keras Perangi Obesitas Global
(Kebiasaan makan tidak sehat tak hanya mengundang masalah kesehatan, tapi juga buruk bagi lingkungan. Image : Pixabay)
Pomidor.id – Direktur Jenderal FAO, José Graziano da Silva, menyerukan upaya lebih keras untuk memerangi pandemik obesitas global. Ia juga mendesak diterapkannya kebijakan fiskal dan hukum untuk mempromosikan pola makan yang lebih sehat.

“Sulit dipercaya betapa susahnya mencari dan membeli makanan sehat di kota-kota kita saat ini,” kata Graziano da Silva. Ia menambahkan, mustinya diperbanyak kebijakan yang mempermudah akses dan keterjangkauan terhadap makanan yang sehat.

Da Silva mengatakannya saat menerima the Nutrition Inspiration Award dari dua pemenang World Food Prize 2018, Lawrence Haddad dan David Nabarro. Ia mengakui “ambisinya seumur hidup tak hanya mengurangi malnutrisi, tapi juga menghapuskannya”.

Baca Juga : PBB : Kasus Kelaparan Tak Surut, Sebaliknya Obesitas Malah Tumbuh

Award itu merupakan penghargaan dari GAIN (the Global Alliance for Improved Nutrition), kepada individu yang berkontribusi luar biasa untuk peningkatan gizi global. Penghargaan tersebut diberikan langsung di sebuah acara yang dihelat di kantor pusat FAO di Roma, Italia, akhir pekan ini.

Graziano da Silva
(Graziano da Silva, Dirjen FAO yang akan segera meninggalkan jabatannya akhir Juli ini. Image : FAO)

Dalam penjelasannya, Direktur Eksekutif GAIN, Lawrence Haddad mengatakan Graziano da Silva dikenal sebagai pribadi yang tak kenal lelah dalam memerangi kelaparan dan kekurangan gizi di seluruh dunia. Dirjen FAO asal Brazil itu juga menginspirasi banyak pihak untuk mengikuti langkahnya.

Hal senada diungkapkan Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia mengapresiasi upaya koleganya sesama pimpinan di PBB yang “menjadikan peningkatan nutrisi sebagai prioritas strategis FAO”.

Ghebreyesus berharap, warisan tersebut akan diteruskan Qu Dongyu yang secara resmi akan bertugas menggantikan posisi da Silva di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB itu pada awal Agustus mendatang.

Baca Juga : WHO : Atur Iklan Makanan Berefek Obesitas pada Anak-anak

Sebagai informasi, pola makan yang tidak sehat serta kekurangan gizi menjadi penyebab utama satu dari tiga kematian yang bukan karena penyakit menular. Untuk menanggulanginya, dibutuhkan tak kurang dari USD 7 triliun setiap tahunnya.

Pendekatan normatif “bussiness as usual” tanpa dibarengi upaya lebih keras untuk mengurangi malnutrisi dan obesitas global, hanya akan memperburuk masalah kesehatan dan lingkungan. Dan tentunya, juga akan merembet pada biaya yang lebih besar.

“Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama,” tandas Ghebreyesus.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan