Jepang Hadapi Masalah Serius Terkait Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Penggunaan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Supermarket Jepang
(Display sayur dan buah di supermarket di Jepang. Jepang termasuk negara yang “boros” dalam penggunaan plastik sekali pakai untuk pembungkus makanan. Image : Japan-Guide)

Pomidor.id – Kebiasaan masyarakat Jepang yang gemar membungkus makanan apa pun dengan plastik, mendapat sorotan internasional. Kebiasaan itu dianggap menyulitkan kampanye global memerangi penggunaan plastik, khususnya plastik sekali pakai.

Menurut data Program Lingkungan Hidup PBB, setelah Amerika Serikat, Jepang merupakan negara pengguna tertinggi di dunia per kapita untuk penggunaan kemasan plastik.

Meski tidak menjadi agenda utama pembahasan, namun hal itu sempat “disentil’ dalam KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, akhir Juni lalu. Tuan rumah sendiri menyatakan berupaya keras mengatasi masalah plastiknya. Upaya tersebut di antaranya adalah menggaungkan rencana membuat medali Olimpiade Tokyo 2020 dari bahan plastik daur ulang.

Baca Juga : Sampah Plastik Percepat Pemanasan Global

Hanya saja rencana itu ditanggapi skeptis para pemerhati lingkungan. Pasalnya, momen seperti olimpiade tak akan terlalu efektif untuk seketika menghilangkan kebiasaan yang sudah berlangsung lama.

Warga negara matahari terbit itu memang sangat terkenal dengan budaya higienisnya. Sampai-sampai makanan apa saja dibungkus dengan plastik. Sayuran dan buah-buahan acap kali dibungkus satu-satu dalam plastik.

Jika Jepang memang betul-betul berniat membantu kampanye global mengurangi penggunaan plastik, maka keterikatan warganya pada kemasan plastik sekali pakai harus diubah. Itu yang diakui bukan perkara mudah.

Pisang Dibungkus Plastik
(Sebiji pisang pun dibungkus plastik di Jepang. Image : Vice)

Baca Juga : Supermarket di Thailand dan Vietnam Gunakan Daun Pisang Gantikan Plastik

Pemerintah Jepang sebenarnya juga tidak bersikap pasif atas masalah ini. Telah ditetapkan target untuk mengurangi 25% dari total 10,4 juta ton sampah plastik di tahun 2030.

“Kami optimis ada kesempatan untuk mengurangi volume (sampah plastik) itu. Saat ini kami tengah bekerja keras menuju ke sana,” ujar Kentaro Doi, Direktur Strategi Limbah Plastik di Kementerian Lingkungan Hidup Jepang kepada AFP.

Selain itu, Doi menambahkan, Pemerintah Jepang akan mengenakan biaya tambahan untuk kantong plastik sekali pakai. Kebijakan itu paling lambat akan mulai diberlakukan di tahun 2020.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan