Mahasiswa India Kembangkan Agricopter untuk Penyemprotan Pestisida

Agricopter
(Smart Agricopter untuk penyemprotan pestisida dari udara. Image : New World Press)

Pomidor.id – Sebuah tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa di Madras Institut Teknologi India, mengembangkan “smart agricopter” untuk meniadakan penyemprotan pestisida secara manual di ladang-ladang pertanian. Helikopter pintar itu juga dapat membantu mengindentifikasi kesehatan tanaman dengan menggunakan kamera beresolusi tinggi dari udara.

Agricopter diklaim akan membuat penyemprotan pestisida dari udara sepuluh kali lebih cepat dengan akurasi 100 persen, namun dengan biaya murah. Setidaknya, sama dengan penyemprotan secara manual.

Selama ini penyemprotan pestisida secara manual dianggap sangat berbahaya karena berdampak langsung pada kesehatan petani dan buruh yang melakukannya. Selain itu, aplikasi pemberian bahan kimia beracun dengan menggunakan penyemprotan manual cenderung boros dan kurang tepat sasaran.

Baca Juga : Residu Pestisida Kimia Terdeteksi Menyebar ke ASI

Tim yang terdiri dari tiga orang mahasiswa ini kemudian merancang solusi teknologi yang menghindarkan petani bersentuhan langsung dengan pestisida. Teknologi yang diberi nama “smart agricopter” tersebut mampu secara presisi mengindentifikasi mana tanaman yang membutuhkan pestisida mana yang tidak.

“Citra kamera multispektral canggih yang dimiliki drone hexacopter ini memungkinkan untuk memetakan secara akurat lahan pertanian berdasarkan kesehatan tanaman. Sistem pengisian pestisida yang sepenuhnya otonom juga memastikan seluruh penyemprotan berjalan otomatis,” kata Rishabh Verma, salah seorang mahasiswa pencipta agricopter. Rishabh sendiri adalah mahasiswa yang tengah belajar teknik kedirgantaraan.

“Pertanian adalah tulang punggung negara kami. Ada kebutuhan mendesak untuk mengoptimalkannya. Dengan menggunakan teknologi canggih, kami melakukan otomatisasi penyemprotan menggantikan cara manual yang menghamburkan uang milyaran dolar,” tambahnya.

Penyemprotan Pestisida Secara Manual
(Penyemprotan pestisida secara manual selain berbahaya bagi kesehatan, sering kali juga tidak tepat sasaran. Ini karena tanaman yang tidak terserang hama pun ikut tersemprot. Image : Pixabay)

Baca Juga : Otoritas UAE Manfaatkan Drone untuk Petakan Potensi Pertanian

Hal senada diutarakan rekan Rishabh, Kavi Kailash.

“Versi terkini dari Proyek Smart Agricopter adalah drone hexacopter dengan kapasitas 15 liter pestisida. Drone ini dapat menyemprotkan pestisida 10 kali lebih cepat dengan presisi 100 persen,” ujar Kavi.

Sedangkan Akash Anand yang mendisain pesawat nir-awak itu mengatakan saat ini mereka tengah menyempurnakan konstruksi prototipenya dan menguji efisiensinya di lahan-lahan pertanian.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan