Menteri Susi Ajak Dunia Bersama Memberantas Illegal Fishing

Menteri Susi Ajak Dunia Bersama Memberantas Illegal Fishing
(Meski awalnya sempat mengundang kontroversi, penenggelaman kapal asing pencuri ikan terbukti efektif memberi efek jera sekaligus meningkatkan jumlah dan ukuran ikan tangkapan nelayan tradisional. Image : Deutsche Welle)

Pomidor.id – Keberhasilan dalam memberantas illegal fishing atau penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan nasional juga ingin dibawa hingga ke tingkat mancanegara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam pembukaan Lokakarya Internasional tentang IUU Fishing dan Kejahatan Terorganisir di Industri Perikanan yang digelar di Kantor KKP di Jakarta pekan lalu, Menteri Susi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap illegal fishing kepada dunia.

Hal tersebut antara lain dilakukan KKP dengan menggelar pelatihan dan lokakarya internasional tentang kejahatan terorganisir di industri perikanan global.

“Saya ingin menekankan untuk satu dua hari ke depan untuk pelatihan dan seminar. Karena penting untuk memahami makna IUU Fishing terhadap samudera dan sumber daya kelautan kita,” kata Menteri Susi.

Tak lupa ia mengingatkan bahwa 71 persen dari bumi adalah samudera. Sehingga stok sumber daya ikan di Indonesia juga memasok perikanan bagi seluruh dunia.

Selain itu, menurutnya, kondisi sumber daya kelautan di satu negara juga akan sangat berpengaruh terhadap sumber daya kelautan yang terdapat di negara lain.  Di sinilah pentingnya kerja sama untuk keberlanjutan samudera.

Baca Juga : Kejahatan Industri Perikanan Ancam Kedaulatan Negara

Indonesia sejak dipimpin oleh Presiden Joko Widodo telah menekankan misi baru. Jika sebelumnya negara ini berorientasi lebih kepada pertanian, kini RI ingin menjadi negara maritim.

Menteri Susi
(Menteri KKP, Susi Pudjiastuti)

“Kami (bangsa Indonesia) ingin menjadikan lautan sebagai masa depan bangsa,” kata menteri Susi.

Untuk itu  KKP melaksanakannya dengan memegang tiga prinsip. Yakni, kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan, di mana yang terakhir akan otomatis tercipta bila dua awal terwujud.

Dengan berbagai kebijakan yang telah diprakarsainya untuk memberantas illegal fishing, Menteri Susi menyatakan bahwa saat ini sudah ada perubahan yaitu adanya peningkatan jumlah dan ukuran yang ditangkap nelayan tradisional.  Juga meningkatnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan domestik terhadap perekonomian nasional.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan