Penggundulan Hutan Amazon Seluas 3 Kali Lapangan Bola Terjadi Setiap Menit

Penggundulan Hutan Amazon
(Penggundulan hutan hujan tropis Amazon terus terjadi dalam skala luasan dan kecepatan yang mencemaskan. Image : Getty Images)
Pomidor.id – Deforestasi atau penggundulan hutan Amazon Brazil berlangsung dalam skala kecepatan yang mencengangkan. Setiap menitnya, rata-rata luasan hutan hujan tropis Amazon berkurang seukuran tiga kali lapangan sepak bola. Jika tak ada tindakan nyata untuk mengendalikannya, hutan yang menjadi salah satu paru-paru dunia itu tidak akan pernah pulih seperti sedia kala.

Menurut para ilmuwan dan pemerhati lingkungan, tatkala pohon-pohon lenyap maka akan ada konsekuensi besar yang harus dibayar. Hutan hujan tropis akan berubah menjadi sabana (padang rumput) dan kehilangan kemampuan membuat curah hujan sendiri dari penguapan tanaman.

Perubahan dari belantara hutan menjadi sabana pada gilirannya akan berimplikasi serius terhadap pemanasan global. Ini karena hutan hujan tropis berfungsi menyerap karbon dalam jumlah besar.

“Sangatlah penting untuk menunjukkan kepedulian. Titik kritis (hutan Amazon) sudah di depan mata,” ujar Philip Fearnside, seorang profesor di Institut Nasional Penelitian Amazon Brazil, kepada the Guardian.

“Kita harus segera melakukan sesuatu. Sayangnya, masih saja ada yang menyangkal bahwa ada masalah (deforestasi),” imbuhnya.

Baca Juga : Menanam Triliunan Pohon Cara Terbaik Melawan Perubahan Iklim

Luasnya deforestasi dan akselerasinya yang mencemaskan, mengukuhkan dugaan Presiden Brazil yang baru, Jair Bolsonaro, diam-diam mengijinkan kegiatan invasi tanah secara ilegal, pembalakan serta pembakaran.

Hal ini diperkuat dengan tudingan Bolsonaro yang menyebut data satelit pemerintahannya sendiri sebagai kebohongan. Komentar tersebut dilontarkannya menyusul rilis data awal satelit yang menunjukkan lebih dari 400 (644 km)/persegi hutan hujan telah digunduli pada paruh pertama Juli. Atau meningkat 68 persen dibanding Juli tahun lalu.

Bolsanoro yang merupakan politisi sayap kanan dan cenderung ultra nasionalis, menanggapi sinis kekhawatiran negara-negara Uni Eropa akan parahnya tingkat penggundulan hutan Amazon. Ia bahkan balik menuding mereka sebagai hipokrit karena hutan-hutan di Eropa sendiri sudah musnah.

“Yang perlu Kalian ketahui, Amazon adalah milik Brazil. Bukan milik Kalian. Jika saja benar yang Kalian tuduhkan bahwa kami sudah lama menebangi Amazon, tentu hutan ini sudah hilang dan berganti menjadi padang pasir,” ketusnya.

Penduduk Asli Korban Langsung Deforestasi Amazon
(Selain hilangnya keanekaragaman hayati, penduduk asli juga menjadi korban langsung dari massifnya penggundulan hutan Amazon. Image : Rainforest Rescue)

Baca Juga : Peternakan di Eropa Berkontribusi Terhadap Deforestasi di Amerika Latin

Sebagai informasi, sistem satelit DETER-B mulai digunakan Pemerintah Brazil pada tahun 2015 untuk melacak deforestasi. Data DETER-B terbaru menunjukkan saking cepatnya laju pembalakan sepanjang bulan Juli, hutan yang lenyap setara dengan dua kali luas Kota New York.

“Memang sekilas data ini tidak masuk akal. Namun mustinya juga tidak mengejutkan siapa pun. Presiden Jair Bolsonaro dan Menteri Lingkungan Hidup, Ricardo Salles, telah menghancurkan kebijakan sosial-lingkungan kita,” kata Carlos Rittl, Sekretaris Ekskutif Observatório do Clima, sebuah LSM yang terdiri dari gabungan kelompok pemerhati lingkungan di Brazil.

Apa yang dikatakan Rittl tidaklah mengada-ada. Setelah bertahun-tahun sukses melakukan konservasi, kondisi lingkungan di Brazil malah melorot tajam hanya dalam waktu tujuh bulan pertama Pemerintahan Bolsonaro. Ia memberikan jabatan Menteri Lingkungan Hidup pada sosok yang justru dikenal sebagai tukang lobi industri pertanian.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negerinya pun tak segan-segan menyebut berbagai studi tentang perubahan iklim sebagai bagian dari konspirasi Marxis global.

Presiden Brazil, Jair Bolsonaro
(Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, kerap dikritik karena kebijakannya banyak bertabrakan dengan isu lingkungan. Khususnya yang berkenaan dengan konservasi hutan Amazon. Image : Getty Images)

Baca Juga : Penurunan Angka Deforestasi Indonesia Diapresiasi Dunia Internasional

Ketakpedulian Pemerintah Brazil pada isu-isu lingkungan juga ditunjukkan dengan mengundang perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan klaim tandingan pada lahan-lahan yang sebelumnya dilindungi sebagai kawasan cagar alam. Perusahaan-perusahaan tersebut juga dibolehkan mencaplok wilayah adat dan area yang didedikasikan untuk pertanian berkelanjutan oleh masyarakat lokal yang tinggal di sekitar hutan Amazon.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan