Perekonomian Kuba Banyak Digerakkan oleh Pertanian Organik

Perekonomian Kuba Banyak Digerakkan oleh Pertanian Organik
(Produksi pertanian organik Kuba meningkat seiring tingginya permintaan pasar global. Image : Monthly Review)
Pomidor.id – Selain sektor pariwisata, perekonomian Kuba kini banyak digerakkan oleh pertanian organik.

Melonjaknya permintaan global akan produk makanan organik rupanya membawa berkah bagi petani Kuba. Negara penghasil cerutu nomor wahid itu kaum petaninya tak sedikit yang “hijrah” dari pertanian tanaman industri seperti tebu ke pertanian pangan organik.

Cerita sukses bisa dilihat di Guira de Melena di Provinsi Artemisa. Provinsi yang terletak sekitar 50 km selatan ibukota Havana itu dulunya dikenal sebagai daerah minus. Apalagi sejak industri gula Kuba kolaps paska ambruknya Uni Sovyet yang menjadi pemasok utama kebutuhan bahan bakar, pupuk dan pestisida.

Namun kehidupan warga, terutama para petaninya, berangsur membaik setelah berdirinya Kelompok Tani Frank Pais. Nama Frank Pais sendiri diambil untuk menghormati pahlawan revolusioner Kuba yang terbunuh dalam usia muda saat berupaya menggulingkan Pemerintahan Jenderal Fulgencio Batista.

Kelompok tani ini menghimpun lebih dari 400 petani dan 115 peternak lokal yang berproduksi dengan sepenuhnya menggunakan metode organik.

Baca Juga : Pertanian Organik Selamatkan Kuba dari Bencana Kelaparan

Meski lahan yang dikelola anggota Frank Pais bukanlah lahan kelas satu dari sisi kesuburan, para petani berhasil mengkonversinya menjadi lahan bernilai tinggi dari sisi ekonomi. Produksi pertanian organik Frank Pais termasuk yang tertinggi secara nasional. Rata-rata mereka menghasilkan 15 ribu ton sayuran umbi-umbian, daun-daunan, biji-bijian dan buah-buahan kualitas premium.

Kaum Muda Kuba di Pertanian Organik
(Selain sektor pariwisata, perekonomian Kuba banyak digerakkan oleh pertanian organik sehingga menarik kaum muda untuk menekuninya. Image : Farm Life)

Presiden Frank Pais, Pablo Orlando Perez, mengatakan kelompok tani yang dipimpinnya ini juga memiliki perkembangan pesat di sektor peternakan. Setiap tahunnya Frank Pais mampu memproduksi 42 ribu liter susu, 12 ton daging sapi dan 120 ton daging babi. Sebagian besar produksi itu dijual ke Kementerian Pertanian Kuba.

Pablo Perez yang sebelumnya adalah ahli agronomi dan mendapat julukan Landy oleh warga setempat, menambahkan, sejak tahun 2013 Frank Pais bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Kuba. Kelompok tani ini menyuplai beragam produk segar ke hotel-hotel di Varadero dan Cayo Largo, dua resor terkenal di Karibia.

“Selama enam tahun kami kecipratan setidaknya USD 5 juta per tahunnya dari menjual produk pertanian kami ke sektor pariwisata. Kini kami bersiap-siap untuk pasar ekspor,” kata sang Landy.

Baca Juga : Kuba-Oxfam Prioritaskan Pertanian Ramah Lingkungan

Julian Leal, salah seorang petani sukses anggota Frank Pais, mengatakan tengah mematangkan rencana menanam paprika dan produk lainnya yang bersertifikat organik untuk pasar ekspor.

Upaya Leal ini mendapat dukungan dan bantuan dari Program Pembangunan PBB (UNDP). Bantuan dari UNDP di antaranya berupa perlengkapan seperti sistem air dan biodigester untuk pengolahan limbah organik.

Pabrik Pengolahan Selai Buah di Kuba
(Pabrik pemrosesan selai buah berskala kecil di La Ignacita yang berlokasi di pinggiran Ibukota Havana. Image : Havana Times)

Kelompok Tani Frank Pais berharap dapat meningkatkan ekspor selai buah produksi pabrik lokal yang memperkerjakan 15 pekerja. Pabrik tersebut setiap harinya memproses 12,5 ton mangga, jambu biji, tomat dan tanaman lain yang dibeli dari petani anggota Frank Pais. Pabrik memiliki mesin pemroses sederhana untuk pembuatan selai buah bantuan dari UNDP empat tahun lalu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan