Pohon Mangga Sulit Berbuah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Pohon Mangga Sulit Berbuah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
(Pohon mangga di kompleks perumahan lebih difungsikan sebagai peneduh dan minim perawatan. Sehingga meski berumur tahunan, produktivitasnya terhitung rendah. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Hal paling menyebalkan bagi mereka yang memiliki pohon mangga, khususnya yang tumbuh di pekarangan sempit seperti perumahan, adalah buahnya sangat jarang. Bahkan bisa tidak berbuah sama sekali kendati sudah memasuki musimnya, yang jatuh pada bulan Agustus hingga November.

Masa panen pohon buah mangga bervariasi, antara 4-6 tahun setelah tanam. Jika bibitnya adalah hasil cangkokan, biasanya mulai bisa dipanen kala pohon sudah berumur 4 tahun. Sedangkan jika bibitnya dari okulasi, baru bisa dipanen setelah berumur 6 tahun.

Di masa awal berbuah, mangga yang bisa dipetik memang tak seberapa karena masih tahap permulaan produksi. Namun jika setelah bertahun-tahun buahnya masih sedikit atau malah tak berbuah, berarti ada yang tak beres dengan pohonnya.

Ada beberapa faktor penyebab pohon mangga malas berbuah. Berikut beberapa di antaranya :

  1. Penyakit

Penyakit paling merusak dan menyebabkan pohon mangga sulit berbuah adalah antraknosa. Penyakit tumbuhan ini menyerang semua bagian pohon, juga pada bunga bakal buah. Gejala awal antraknosa muncul dalam bentuk bercak hitam tidak beraturan pada daun atau bagian lain. Secara bertahap bercak hitam ini akan membesar dan menyebabkan kematian jaringan.

Di musim hujan, penyakit akan cepat berkembang karena jamur antraknosa membutuhkan air untuk penyebarannya.

Penyebab lain adalah jamur patogen powdery mildew. Jamur ini menyerang buah muda, bunga dan daun. Area yang terinfeksi akan tertutup serbuk putih seperti tepung. Infeksi parah akan menggugurkan kelopak bunga sehingga mengganggu produksi buah.

Pengaturan sirkulasi udara dengan mengurangi kerimbunan pohon sehingga matahari dapat menjangkau permukaan dedaunan dan tanah, dapat mempercepat penguapan air hujan sekaligus menekan pertumbuhan jamur.

Penyakit Bisul Daun Pohon Mangga
(Bisul daun termasuk penyakit yang umum menyerang pohon mangga. Image : ist)
  1. Hama

Ada banyak jenis hama pada tanaman mangga. Misalnya saja, lalat buah, kepik atau codot (sejenis kelelawar pemakan buah). Namun hama-hama ini menyerang ketika pohon mangga sudah berbuah agak besar.

Sedangkan hama yang bisa membuat pohon mangga sama sekali tidak berbuah adalah kutu-kutuan seperti kutu kebul, tungau dan thrips. Koloni kutu ini menyerang daun muda dan bunga dengan menusuk lalu menghisap cairan epidermis daun dan buah. Bekas tusukan berpotensi menjadi sumber penyakit seperti merangsang tumbuhnya cendawan jelaga. Pada populasi hama yang tak terkendali, tak hanya produksinya yang terhambat. Tapi juga pertumbuhan tananam.

Penyemprotan insektisida dapat mengurangi serangan hama. Sebenarnya ada juga cara yang lebih aman meski agak ekstrim, yakni menempatkan sarang semut rangrang di pohon mangga. Karena bersifat predator, semut rangrang akan menyerang apa pun yang “mengganggu” tanaman induknya.

Kutu Kebul pada Pohon Mangga
(Serangan hama kutu putih/kutu kebul menjadi salah satu penyebab pohon mangga sulit berbuah lebat. Image : ist)

Baca Juga : Semut Rangrang Adalah Partner Anda Berkebun

  1. Cuaca

Mangga adalah tanaman tropis yang membutuhkan temperatur hangat dan lembab untuk tumbuh maksimal. Cuaca yang terlalu dingin akan menghambat tanaman berbuah.

Selain itu, suhu juga berpengaruh terhadap rasa buah. Itulah sebabnya buah mangga yang terkenal manis, gurih dan berukuran besar umumnya berasal dari daerah-daerah beriklim panas seperti Probolinggo, Pasuruan, Indramayu, dlsb.

Pohon Mangga Lebat
(Faktor iklim juga berperan terhadap produktivitas dan rasa buah mangga. Image : ist)
  1. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman secara umum dilakukan dengan tujuan merangsang tunas baru yang muncul secara bersamaan dan mencapai umur dewasa dalam waktu yang sama. Pemangkasan juga bertujuan agar tanaman bebas dari cabang negatif, mengurangi kelembaban, cabang lebih kokoh serta mempercepat tanaman berbuah.

Untuk pohon mangga, ada dua bentuk pemangkasan. Yakni pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan.

Pemangkasan bentuk bertujuan merangsang tanaman agar produktif berbuah serta memudahkan panen dan perawatan. Sedangkan pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk kesehatan tanaman, mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas buah, juga kontinuitas produksi.

Pemangkasan Cabang Pohon Mangga
(Pemangkasan selain bertujuan untuk merangsang jumlah percabangan lebih banyak dan memperkokoh batang, juga agar sinar matahari dapat menjangkau seluruh bagian tanaman sehingga proses fotosintesis berjalan optimal. Image : 8 Villages)

Baca Juga : Mengenali Tanda-tanda Tanaman Kekurangan Nutrisi

  1. Pemupukan Berlebih

Banyak orang tidak sabaran karena pohon yang ditanamnya tak kunjung berbuah sehingga melakukan hal-hal yang justru dapat merusak tanaman itu sendiri. Misalnya, memberi pupuk berlebihan di kala pohon belum juga berusia satu tahun. Harapannya, dengan pemberian pupuk berlimpah, tanaman sudah bisa berbuah di tahun berikutnya.

Tentu saja ini perbuatan sia-sia. Alih-alih tanaman cepat berbuah, bisa-bisa malah mati karena pemberian pupuk berlebih akan membuat tanaman mudah layu. Hal ini juga bisa menyebabkan penumpukkan unsur nitrogen (pupuk kandang) dan konsentrasi garam beracun dalam tanah (pupuk kimia) dalam jumlah tinggi. Pada akhirnya, akan terjadi ketidakseimbangan unsur kimia tanah dan mengubah pH alami tanah.

Pupuk Kandang
(Pupuk kandang memang baik bagi kesehatan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Namun memberikannya sekaligus dalam jumlah terlalu banyak pada pohon mangga yang masih berusia muda justru dapat berakibat buruk. Image : Kang Suhe)

Yang musti diingat, pohon mangga yang dicangkok tidak akan mulai berbuah sebelum berusia empat tahun. Jadi yang bisa dilakukan hanya sabar menunggu sembari tetap memperhatikan perawatan tanaman, termasuk memberi pupuk secukupnya. Sebisa mungkin gunakan pupuk kandang atau kompos karena menjaga kesehatan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan