Serangga Juga Mengandung Antioksidan, Lho…

Serangga Juga Mengandung Antioksidan, Lho…
(Belalang mengandung antioksidan lebih banyak dari segelas jus segar. Image : Daily Mail)
Pomidor.id – Selama ini yang kita tahu sumber antioksidan berasal dari sayuran dan buah-buahan. Namun berbagai jenis serangga pun ternyata juga mengandung antioksidan yang dapat memperkuat kekebalan tubuh. Sekarang tinggal kita mau atau tidak (jijik) mengkonsumsinya.

Untuk pertama kalinya, sebuah penelitian mengukur kadar antioksidan pada serangga edible (dapat dimakan) yang dijual secara komersial. Hasilnya positif. Jangkrik memiliki kandungan antioksidan lebih banyak dari jus jeruk segar. Sementara ulat sutra mengandung lemak tak jenuh dua kali lipat dibandingkan minyak zaitun yang salah satu fungsinya adalah mengurangi resiko serangan jantung.

Konsumsi serangga juga membantu meringankan tekanan pada planet ini. Dibandingkan dengan ternak seperti ayam, sapi, domba, kambing, babi, dlsb, serangga tak membutuhkan lahan yang luas, air atau pun meninggalkan jejak karbon yang berdampak buruk bagi lingkungan.

“Sedikitnya 2 milyar manusia (seperempat populasi dunia), mengkonsumsi serangga,” ujar Profesor Mauro Serafini, kepala peneliti yang penelitiannya dipublikasikan di Frontiers in Nutrition.

“Yang kita butuhkan hanya sedikit dorongan untuk membiasakannya (mengkonsumsi serangga),” lanjutnya.

Baca Juga : Serangga Adalah Alternatif Makanan Masa Depan

Serafini mengungkapkan, selain rasa dan tampilan yang menarik, musti disosialisasikan bahwa sajian menu makanan berbasis serangga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Faktor-faktor ini dapat menarik minat konsumen.

“Serangga adalah sumber protein yang sangat bagus. Tak hanya mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan mineral, tapi juga kaya serat. Hanya saja, hingga saat ini tak ada yang membandingkannya dengan makanan fungsional seperti minyak zaitun atau jus jeruk terkait aktivitas antioksidannya,” kata Serafini.

Sebelumnya, para peneliti menguji sejumlah serangga dan invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) yang dapat dimakan dan dijual secara komersial. Serangga dan invertebrata tersebut diuji dengan menggunakan berbagai ukuran aktivitas antioksidan.

Bagian-bagian yang tidak dapat dimakan seperti sayap dan sengat dihilangkan. Kemudian serangga-serangga itu diekstrak dalam dua bagian, lemak dan apa pun yang larut dalam air. Setiap ekstrak diuji untuk konten antioksidan dan aktivitasnya.

Kuliner Serangga
(Sekitar 2 milyar manusia dari beragam wilayah dan peradaban amat familiar dengan kuliner serangga. Selain ramah lingkungan dan relatif mudah dibudidayakan, serangga juga mengandung antioksidan yang baik bagi kesehatan. Image : Grist)

“Kami juga menguji kapasitas antioksidan dari jus jeruk segar dan minyak zaitun. Dua makanan ini dikenal memberikan efek antioksidan pada manusia,” jelas Serafini.

Baca Juga : Hindari Pikun dengan Rutin Minum Segelas Jus Jeruk Tiap Hari

Ekstrak belalang, ulat sutera dan jangkrik yang larut dalam air menunjukkan kadar antioksidan tertinggi, lima kali lipat lebih tinggi daripada jus jeruk segar. Sedangkan belalang berukuran besar, serangga air raksasa, tarantula hitam dan kalajengking hitam, memiliki kandungan nutrisi yang tidak bisa diabaikan.

Yang menarik, tingginya kandungan antioksidan pada belalang dan ulat sutera, dua hewan herbivora, menunjukkan bahwa serangga pemakan dedaunan lebih sehat dikonsumsi ketimbang tarantula atau serangga karnivora lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan