Uni Eropa Gencarkan Pemberantasan Pemalsuan Makanan Berkedok Organik

Pemalsuan Makanan Berkedok Organik Kian Marak di Eropa
(Pemalsuan makanan berkedok organik kian marak di Eropa. Image : iStock)
Pomidor.id – Otoritas berwenang di Eropa terus menggencarkan pemberantasan pemalsuan makanan berkedok organik. Dalam operasi di Italia dan Serbia, sejumlah orang ditangkap karena terlibat memproduksi sekaligus memperdagangkan makanan dan minuman organik yang diduga kuat berasal dari olahan apel busuk.

Dalam operasi yang digelar beberapa hari lalu, aparat di Eropa mendapati produk dari apel yang sudah membusuk, terkontaminasi dengan mikotoksin dan bahan kimia beracun lainnya. Produk ini tentunya tak layak dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan.

Pemerintah Italia dan Serbia mengatakan mereka telah membongkar jaringan pemalsuan makanan berkedok organik.

Dalam aksi bersama yang dikoordinir Eurojust, sembilan tersangka (8 di Italia dan 1 di Serbia) dari komplotan kejahatan terorganisir ini ditangkap dengan tuduhan melakukan penipuan dan terlibat dalam organisasi kriminal. Aset illegal senilai € 6 juta (Rp 97 milyar) serta 1.411 ton produk makanan yang terkontaminasi, juga disita. Sedangkan properti enam perusahaan yang diyakini terlibat, digeledah aparat keamanan di kedua negara.

Jaksa Penuntut Umum di Pisa, Italia, segera memulai penyelidikan ke jaringan kelompok internasional yang menurut otoritas yang berwenang, memiliki cabang di beberapa negara.

Apel Busuk Diapit Apel Segar
(Ilustrasi apel busuk tak layak konsumsi yang dijadikan jus dan diperjualbelikan dengan label organik di beberapa negara Eropa. Image : Food Safety News)

Hasil investigasi mengungkapkan adanya penipuan pada jus, selai dan makanan kaleng lainnya. Produk ini dicampur dengan air dan gula, diberi label palsu, serta dipromosikan sebagai produk organik Eropa.

Operasi penggerebekan produk makanan organik abal-abal ini merupakan bagian dari Operasi OPSON VIII yang dilakukan Europol dan Interpol. Selain sayur dan buah-buahan, operasi ini menargetkan produk-produk makanan seperti daging, ikan, telur, minyak dan rempah-rempah yang diberi label organik.

Baca Juga : UE dan Europol Hadapi Meningkatnya Kasus Penipuan Makanan di Spanyol

Sebelumnya, The Guardia Civil di Spanyol menyita 300 ton dan 39 ribu liter makanan dan minuman organik gadungan. Di Granada, tiga orang diamankan setelah mereka diduga menjual sekitar 500 ton zucchini, paprika dan mentimun berlabel organik namun tidak memiliki sertifikasi organik yang diakui.

Sedang di Madrid, penyitaan dilakukan terhadap dua pengiriman telur yang dipasarkan sebagai organik tanpa disertai spesifikasi yang ditentukan oleh undang-undang. Sebanyak 45.360 telur disita dan enam orang diperiksa.

Aparat Menyita Makanan dan Minuman Palsu
(Petugas Europol dan Interpol menyita lebih dari € 100 juta makanan dan minuman palsu selama operasi OPSON. Image : Global Meat News)

Kasus penipuan makanan ini merambah pula ke Eropa Utara. Di Denmark, otoritas setempat mengambil sampel 50 produk kopi dan 50 jus buah. Hasilnya, 4 sampel jus mengandung air dan gula yang melebihi ketentuan, hal yang dianggap ilegal di negara Skandinavia itu.

Tiga belas negara Eropa bergabung untuk menyelidiki kualitas kopi yang dipasarkan di negara mereka. Di Jerman, Portugal dan Swiss, biji kopi Robusta yang harganya lebih rendah, terdeteksi dioplos dalam kopi Arabika pada 9 produk kopi. Kandungan oplosan kopi Robusta ini berkisar antara 7 hingga 100 persen.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan