Cegah Beras Rusak Saat Penyimpanan, Mahasiswa UB Ciptakan S2Rice

(Tiga Mahasiswa UB di depan S2RICE, alat ciptaan mereka untuk mensterilkan beras paska proses penggilingan. Dari kiri ke kanan, Sevito Fernanda Pambudi, Putri Dewi Sartika dan Sumid. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Kerusakan beras kerap terjadi selama masa penyimpanan atau setelah proses penggilingan. Hal ini mengakibatkan kerusakan pada kuantitas maupun kualitas beras. Salah satu penyebab kerusakan tersebut umumnya disebabkan serangan serangga hama pascapanen Sitophilus spp atau kumbang bubuk beras.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan sebuah alat Smart Sterilization Rice (S2Rice) untuk mensterilkan beras pasca penggilingan. Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Sevito Fernanda Pambudi, Putri Dewi Sartika dan Sumid.

Disampaikan Sevito, beras yang telah melalui proses penggilingan, berpotensi terdapat telur dari hama Sitophilus spp. Telur ini nantinya dapat merusak serealia sehingga menyebabkan penyusutan berat, penurunan kualitas melalui peningkatan asam lemak bebas, dan menghancurkan serealia yang disimpan. Akibat serangan Sitophilus spp, kerugian dalam komoditas pertanian di seluruh dunia berkisar 20-90 persen.

“Oleh karenanya kami membuat S2Rice guna meminimalisir kerusakan beras pada masa penyimpanan maupun usai proses penggilingan,” ujarnya.

Desain S2Rice sendiri terdiri dari sistem penyortiran 1 (Penghilang kotoran), Sterilisasi 1 (Ultraviolet), Sterilisasi 2 (Ozonisasi/sistem kejut), Penyortiran 2 (Pemisahan beras utuh dan pecahan) dan sistem pengontrol offline (dengan 4 tombol masing-masing) dan online (Internet of Thing).

Dari lima bagian tersebut setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing dan saling terintegrasi.

Baca Juga : Teknologi Ozon untuk Pengawet Makanan & Produk Hortikultura

Lebih lanjut menurut Sevito cara kerja dari alat tersebut sangat mudah. Yakni tinggal memasukkan beras ke S2Rice ke bagian sortasi pertama untuk membersihkan beras dari debu, kulit ari atau kotoran lainnya.

Setelah dari sortasi pertama, beras akan masuk ke sterilisasi ultra violet (UV) untuk membunuh atau mencegah telur dari hama ini agar tidak menetas. Setelah melalui proses sterilisasi UV, beras kembali dimasukkan ke sterilisasi ozon untuk melindungi agar beras tetap terbebas dari telur Sitophilus spp. Kemudian beras dimasukkan lagi ke sortasi dua yang berfungsi untuk memisahkan beras primer atau beras yang utuh serta beras sekunder yang masih tercampur dengan beras yang tidak utuh.

“Untuk kapasitasnya berkisar 2-4 kg per menit atau sekitar 40 kg per jam,” sebutnya.

S2RICE
(S2RICE untuk minimalisir kerusakan beras saat masa penyimpanan. Image : Pomidor)

Baca Juga : Nanopartikel Perak Perpanjang Masa Simpan Tomat

Dikatakan Sevito, tingkat keberhasilan dari alat S2Rice untuk sterilisasi sudah mencapai 80 persen. Dari hasil sterilisasi menggunakan S2Rice, sudah tidak lagi ditemukan hama setelah perawatan. Selain itu juga tidak mempengaruhi warna beras yang disterilkan serta dapat memisahkan beras utuh dan beras pecah.

“Dengan demikian, keberadaan alat S2Rice diharapkan dapat meminimalkan atau mengendalikan kerusakan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas beras yang disimpan di gudang penyimpanan,” ucapnya.

Ia menambahkan saat ini S2Rice masih dalam tahap pengembangan dan penelitian lebih lanjut. Ke depan akan dikembangkan agar alat ini bisa digunakan untuk kapasitas rumah tangga. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan