Dispertan KP Kota Malang Beri Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

Dispertan KP Kota Malang Bagikan Tip Memilih Hewan Kurban yang Sehat.
(Masyarakat dihimbau agar lebih teliti dan hati-hati dalam memilih hewan kurban. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Jelang hari raya Idul Adha 1440 H, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan tips kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan, drh Hilda Sari, mengatakan, untuk membedakan hewan yang sehat dengan yang sakit sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata dengan mengenali ciri-cirinya.

“Hewan yang sehat, bulunya dalam keadaan mengkilap tidak kusam. Kakinya juga mulus tidak ada benjolan di sekitar kaki kaki. Kemudian matanya bersinar, lubang anus bersih, lubang telinga, lubang hidung dan mulut tidak mengeluarkan darah atau bekas darah,” ujarnya saat melakukan pemeriksaan hewan kurban sapi di kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (7/8).

Sedangkan hewan yang sakit, lanjutnya, lebih banyak menyendiri, tidak lincah, berbeda dengan hewan-hewan lainnya.

Hilda juga menyebutkan, penyakit yang kerap ditemukan pada saat pemantauan hewan kurban diantaranya penyakit diare dan kudisan atau scabies. Dua penyakit tersebut biasanya banyak ditemukan pada hewan kurban domba atau kambing, sedangkan pada hewan sapi sangat jarang ditemukan.

“Jika kambing mengalami diare, biasanya terlihat dari anusnya yang kotor. Sedangkan scabies bisa dilihat dari kulitnya yang gropeng-gropeng,” jelasnya.

Baca Juga : Langkah Antisipasi Kasus Anthraks Menjelang Idul Adha

Sementara untuk penyakit yang menular dari hewan ke manusia (Zoonosis), contohnya anthraks, bisa dilihat dari lubang-lubang di bagian tubuh hewan tersebut yang mengeluarkan darah.

“Pada hewan yang terserang penyakit antraks, biasanya pada lubang hidung, mata maupun lubang anusnya mengeluarkan darah segar. Tapi sejauh ini pemantauan kami tidak ada. Tahun kemarin juga tidak ada kasus antraks di Malang,” terangnya.

Sedangkan untuk mengetahui sapi glonggongan, bisa dilihat dari intensitas pipisnya yang lebih sering daripada biasanya.

“Kalau yang hewan glonggongan itu hewannya pasti sering pipis dan pipisnya berlebihan atau terus menerus,” ucapnya.

Sebaiknya hewan kurban yang sakit harus dipisah dengan hewan yang sehat agar tidak menular.

drh Hilda Sari
(Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, drh Hilda Sari, memberikan tips dalam memilih hewan kurban yang sehat. Image : Pomidor)

Baca Juga : Hewan Kurban Harus Memenuhi Standar Kesehatan

Tak lupa Hilda meminta agar masyarakat lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih hewan kurban.

“Kami menghimbau agar masyarakat membeli hewan kurban pada pedagang yang telah mendapatkan stiker dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, supaya terjamin kesehatan hewan kurbannya,” ujarnya.

Para pedagang sendiri diharapkan harus jujur dengan kondisi kesehatan hewan kurban yang akan mereka jual. Jangan hanya sekedar mencari keuntungan saja, pungkasnya. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan