Gelombang Panas di Eropa Diperparah Pemanasan Global Ulah Manusia

Gelombang Panas di Eropa Barat
(Warga berendam di kolam dan air mancur untuk mendinginkan diri di Taman Trocadero di Paris, Kamis 25 Juli 2019. Saat itu suhu memecahkan rekor 42,6oC, tertinggi sepanjang masa. Image : Associated Press)
Pomidor.id – Pemanasan global yang disebabkan ulah manusia, turut memperparah gelombang panas yang melanda Eropa Juli kemarin. Demikian kesimpulan sebuah studi yang dipublikasikan akhir pekan ini.

Gelombang panas di Eropa bulan lalu memecahkan rekor sebagai suhu tertinggi. Studi yang dilakukan tim yang terdiri dari sejumlah ilmuwan terkemuka, menunjukkan serangkaian bukti bahwa aktivitas manusia yang menyebabkan peningkatan intensitas dan percepatan pemanasan global berada di belakang gelombang panas terbaru di Eropa.

Robert Vautard dari Institut Pierre-Simon Laplace di Perancis mengatakan fenomena alam ini akan berdampak besar, terlebih pada sektor pertanian dan ketersediaan air.

“Ini akan membuat ketegangan di masyarakat. Sementara kita belum cukup siap menghadapinya,” ujar Vautard.

Studi tersebut menyimpulkan gelombang panas di Eropa Barat pada akhir Juli “sangat ekstrim sehingga tidak mungkin terjadi tanpa adanya perubahan iklim”. Saat itu kenaikan suhu mencapai antara 1,5 hingga 3 derajad Celsius.

Baca Juga : Menanam Triliunan Pohon Cara Terbaik Melawan Perubahan Iklim

Pemanasan global membuat suhu seekstrim itu kini semakin sering terjadi. Hal ini diungkapkan studi yang dilakukan gabungan ilmuwan dari Perancis, Belanda, Inggris, Swiss dan Jerman.

Para ilmuwan mengatakan rekor suhu tertinggi yang tercatat di Perancis dan Belanda dapat terjadi setiap 50-150 tahun dalam iklim dunia saat ini. Sebenarnya meski tanpa “pengaruh manusia terhadap iklim” siklus yang sama juga terjadi. Namun terjadinya hanya sekali dalam kurun waktu 1.000 tahun.

Vautard menegaskan Eropa perlu membiasakan diri menghadapi gelombang panas seperti Juli lalu. Pasalnya hal itu akan cenderung lebih sering dan intens.

“Ini (suhu) akan naik jika kita tidak melakukan apa-apa terkait perubahan iklim, emisi. Gelombang panas yang saat ini memiliki rentang hingga 42 derajadoC, akan meningkat 3 derajad lebih pada tahun 2050 sehingga menjadi 45oC,” ujarnya kepada Associated Press.

Suhu Panas di Eropa
(Tanpa tindakan radikal dalam menghadapi pemanasan global, gelombang panas di Eropa akan semakin sering terjadi. Bahkan suhu bisa mencapai 45oC, atau sama dengan temperatur di negara-negara padang pasir. Image : Xinhua)

Baca Juga : Mengutak-atik Iklim Justru Bisa Berakibat Fatal

Sementara gelombang panas melanda Eropa Barat selama beberapa hari di akhir bulan lalu, suhu ekstrim juga bergeser ke utara dan melelehkan daratan es dalam skala luas di Greenland dan Arktik (Kutub Utara).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan