Industri Pisang Global Siaga Satu Paska Serangan Penyakit di Kolombia

Industri Pisang Global Siaga Satu Paska Serangan Penyakit di Kolombia
(Hamparan pisang di perkebunan antara Riohacha dan Santa Marta, Kolombia. Jika tak segera dilakukan upaya preventif, bukan tidak mungkin pisang-pisang yang sehat ini terserang penyakit mematikan. Image : AP Photo)
Pomidor.id – Untuk saat ini, sepintas penjualan pisang di berbagai supermarket di wilayah-wilayah beriklim subtropis  seperti Eropa, Amerika Utara, Jepang, berlangsung normal. Supermarket-supermarket tersebut masih leluasa memajang pisang dagangan mereka di rak-rak sayur dan buah. Akan tetapi yang tak banyak diketahui, sejumlah negara produsen kini tengah dihadapkan pada persoalan besar yang berpotensi meluluhlantakkan perdagangan pisang dalam skala global.

Penyakit mematikan pada tanaman pisang sejak lama dikhawatirkan merambah ke daratan Amerika Latin, produsen terbesar buah ini. Apalagi industri pisang global sangat mengandalkan pada satu jenis pisang, yakni Cavendish.

Sebenarnya sudah bertahun-tahun para ilmuwan menyarankan agar perusahaan eksportir besar seperti Chiquita dan Dole untuk segera mengalihkan ketergantungan dari Cavendish ke varietas pisang baru. Rekomendasi bercampur desakan tersebut disampaikan saat penyakit yang disebabkan oleh jamur itu sudah menyebar ke Asia dan sejumlah tempat lainnya.

Muat Lebih

Dan kekhawatiran itu terbukti. Bulan ini, penyakit mematikan yang menyerang tanaman pisang sudah dikonfirmasi diketemukan di Kolombia, salah satu eksportir utama pisang di Amerika Selatan. Hal ini memaksa otoritas yang berwenang di negara itu untuk menyatakan keadaan darurat atau siaga satu.

Pisang yang Terinfeksi TR4 Ancam Indsutri Pisang Global
(Pohon-pohon pisang yang terserang penyakit jamur mematikan tampak mengenaskan di perkebunan dekat Riohacha, Kolombia. Image : AP Photo)

Di berbagai negara beriklim tropis, pisang memang banyak dibudidayakan. Baik untuk konsumsi domestik maupun untuk diekspor. Namun khusus untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat, ekspor didominasi pisang Cavendish. Pisang jenis ini disukai konsumen karena bentuknya yang seragam dan tak mudah lembek (mbenyenyek). Karena itu, negara-negara eksportir cenderung memproduksinya secara massal demi menekan biaya dan menjamin ketersediaannya secara luas.

Pertimbangan lainnya adalah pisang Cavendish relatif lebih produktif (masa panennya lebih pendek). Daya tahannya juga lebih lama saat pengiriman dari negara asal yang beriklim hangat ke supermarket-supermarket besar di negara-negara subtropis.

Kendati demikian, tetap amatlah beresiko mengantungkan pada satu varietas tanaman pisang. Sebelumnya, industri pisang global mengenal Gros Michel atau Big Mike.

Big Mike bahkan diklaim lebih tahan untuk pengiriman jarak jauh karena kulitnya yang tebal. Selain itu, rasanya juga lebih maknyus dibanding Cavendish. Sayangnya, pisang ini produksinya menukik tajam dan nyaris punah di tahun 1950-an akibat penyakit yang kini juga mengintai Cavendish.

Pisang Big Mike
(Big Mike pernah merajai perdagangan pisang global. Namun serangan penyakit jamur mematikan di pertengahan abad 20 nyaris memusnahkan jenis pisang ini. Image : Ferre Beekeeper)

Baca Juga : Panama Disease Ancam Industri Perdagangan Pisang Global

Namun yang paling menggelisahkan, hingga saat ini tak ada jenis pisang yang seproduktif dan mudah dibudidayakan seperti Big Mike atau pun Cavendish.

Di negara-negara Asia yang telah terkena penyakit Tropical Race 4 (TR4), penanaman pisang Cavendish dipilih yang varietasnya lebih tahan. Atau alternatif lainnya ditanam di lahan yang belum terinfeksi. Akan tetapi cara ini tidak efektif karena pada akhirnya tanaman akan mati karena penyakit jamur yang dapat bertahan hidup di dalam tanah selama puluhan tahun. Para petani sendiri lambat laun akan kehabisan lahan yang steril dari TR4.

Di Kolombia, langkah-langkah khusus diberlakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Termasuk di antaranya adalah sanitasi ketat di pintu-pintu masuk perkebunan. Truk-truk pengangkut yang keluar masuk perkebunan pisang dan pelabuhan akan diberi disinfektan oleh petugas karantina yang mengenakan pakaian steril dan sepatu karet.

Hal ini dilakukan karena spora jamur dapat berpindah dari partikel kecil tanah dan menempel pada ban truk, peralatan pertanian atau sepatu pekerja.

Penyemprotan Pada Truk Pengangkut Pisang
(Penyemprotan disinfektan pada truk pengangkut pisang untuk mencegah merebaknya penyakit ke daerah lain. Image : AP Photo)

Baca Juga : Perubahan Iklim Percepat Merebaknya Penyakit Pisang Black Sigatoka

Para petani di Kolombia khawatir pencuri yang kerap menyatroni kebun-kebun pisang merreka, bisa saja secara tak sengaja menyebarkan penyakit. Apalagi tak sedikit perkebunan pisang yang dijaga ala kadarnya dan hanya dipisahkan pagar kecil dari jalan raya.

Kondisi ini mau tak mau memaksa polisi dan militer Kolombia untuk sering-sering berpatroli di sekitar perkebunan pisang semenjak penyakit mematikan ini terdeteksi di negara tersebut.

“Kami harap orang-orang paham bahwa mencuri pisang saat ini dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar (menyebarkan penyakit),” ujar Fransisco Zuniga, Presiden Asbama, asosiasi petani pisang Kolombia.

Sejauh ini, penyakit jamur pada tanaman pisang sudah positif terdeteksi di enam perkebunan di Kolombia. Semuanya di Provinsi La Guajira yang berbatasan langsung dengan Venezuela.

Otoritas yang berwenang mengatakan wilayah yang terdampak masih kecil. Yakni hanya sekitar 200 hektar dan tidak terlalu berpengaruh terhadap industri pisang di negara yang pernah dikuasai kartel narkoba itu.

Baca Juga : Cegah Penyakit, Kosta Rika Cekal Masuknya Kerajinan Produk Pisang

Namun demikian, ada kecemasan masuknya penyakit ini akan mengubah industri pisang Kolombia selamanya. Sektor pertanian dan pemerintah akan dipaksa merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk tindakan preventif seperti sanitasi.

Di La Guajira, tanaman pisang yang terdeteksi terkena serangan TR4 terpaksa dicabuti/dibongkar. Tanahnya kemudian ditutupi dengan plastik hitam untuk menaikkan suhu yang dapat menghentikan penyebaran penyakit. Sedangkan tanaman sehat dalam radius 20 meter dari tanaman yang sakit, juga dibunuh dengan menggunakan bahan kimia. Semuanya demi tindakan pencegahan.

“Kami akan terus bekerja untuk menyetop persebaran penyakit ini ke seluruh Kolombia,” kata Menteri Pertanian Andres Valencia kepada Associated Press saat mengunjungi La Guajira.

“Pada akhirnya kami harus melakukan transisi ke varietas lain yang lebih tahan terhadap penyakit ini,” imbuhnya.

Ditutupi Plastik Hitam
(Tanah bekas tanaman pisang yang terkena penyakit ditutupi plastik hitam untuk menaikkan suhu tanah sehingga mampu membunuh jamur penyebab penyakit. Image : AP Photo)

Baca Juga : Ilmuwan Bergabung untuk Perang Global Melawan Penyakit pada Pisang

Sementara itu, Gert Kema, seorang botanist yang mempelajari tanaman pisang, mengatakan industri ini perlu melakukan diversifikasi. Menurutnya, ada banyak jenis tomat dan paprika. Pisang mustinya juga tidak berbeda.

“Harus diakui, secara kolektif kita merasa seolah hanya memiliki satu jenis pisang,” ujar Kema.

Hanya saja, diversifikasi pisang untuk tujuan komersial berarti biaya yang lebih tinggi. Di sisi lain, belum tentu konsumen bersedia membayar lebih untuk buah ini.

Tantangan berikutnya yang harus dihadapi adalah TR4 mematikan bagi banyak jenis pisang. Sehingga juga menjadi ancaman bagi tempat-tempat di mana pisang menjadi makanan pokok seperti di beberapa negara Afrika dan Amerika Selatan.

Berbagai Jenis Pisang
(Perdagangan berbagai jenis pisang diperlukan untuk menghindari kolapsnya industri pisang global yang terlalu bergantung pada satu jenis pisang. Image : Natural KnowHow)

Baca Juga : Sisi Gelap Industri Pisang : “Main Semprot. Mereka Pikir Kami Pisang?”

Kendati TR4 sudah terdeteksi di Kolombia, perusahaan-perusahaan eksportir pisang menyatakan tidak perlu panik. Entah solusinya dengan memunculkan jenis baru atau memodifikasi genetiknya, yang jelas varietas pisang tersebut tak akan jauh-jauh dari Cavendish.

Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, otoritas terkait serta industri yang berkecimpung di dalamnya menjelaskan mereka akan mengambil langkah-langkah preventif untuk mengendalikan penyakit itu di mana pun ia terdeteksi.

“Kami dapat memperlambat penyebaran penyakit secara signifikan dan memiliki masih banyak waktu untuk Cavendish,” kata Caoimhe Buckley, juru bicara Fyffes, salah satu pemain utama di industri pisang global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan