Kebakaran Hebat Hutan Amazon Resahkan Komunitas Internasional

Kebakaran Hebat Hutan Amazon Resahkan Komunitas Internasional
(Kebakaran hebat hutan Amazon memantik kekhawatiran global. Image : Media Wired)
Pomidor.id – Kebakaran hebat hutan Amazon menuai kekhawatiran global. Sayangnya, keprihatinan yang disuarakan sejumlah kritikus dan pemimpin Eropa justru dibalas sengit Presiden Brazil, Jair Bolsonaro. Ia balik menuduh mereka hanya memanfaatkan kebakaran di hutan hujan tropis terluas di dunia itu demi kampanye politik dalam negeri masing-masing.

Kebakaran hebat hutan Amazon selama beberapa waktu terakhir ini memicu perseteruan tentang siapa yang harus bertanggung jawab.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyebut kebakaran hutan itu sebagai krisis internasional. Ia mendesak para pemimpin G7 untuk membahasnya dalam pertemuan puncak di Perancis akhir pekan ini.

Muat Lebih

“Rumah kita terbakar. Dalam artian yang sebenarnya. Hutan hujan Amazon, paru-paru yang memproduksi 20% oksigen di planet kita, terbakar,” cuit Macron dalam akun twiternya.

Namun Presiden Bolsonaro segera membalas.

“Saya kecewa Macron berusaha membuat keuntungan politik pribadi dalam masalah internal Brazil dan negara-negara di Amazon. Komentar sensasionalnya tak menyelesaikan masalah apa pun,” cuitnya.

Sehari sebelumnya, Onyx Lorenzoni, kepala staf presiden, menuduh negara-negara Eropa membesar-besarkan masalah lingkungan di Brazil untuk mengganggu kepentingan komersialnya.

“Memang terjadi deforestasi di Brazil. Tapi tingkatannya tidak separah yang mereka gembar-gemborkan,” ujar Lorenzoni kepada situs berita Brazil, globo.com.

Kekesalan Lorenzoni ini muncul setelah Jerman dan Norwegia menuding pemerintah negaranya tak serius memerangi deforestasi. Kedua negara kemudian memutuskan menahan lebih dari USD 60 juta dana untuk proyek-proyek rehabilitasi hutan di Brazil.

Amnesti Internasional yang bermarkas di London tak ketinggalan menyalahkan Pemerintah Brazil atas terjadinya kebakaran di hutan Amazon. Hal ini meningkatkan kekhawatiran dunia internasional atas hutan tropis yang menjadi penyerap utama karbon dioksida dari atmosfer.

Baca Juga : Penggundulan Hutan Amazon Seluas 3 Kali Lapangan Bola Terjadi Setiap Menit

Kelompok hak asasi manusia tahun ini mendokumentasikan pencaplokan tanah secara ilegal serta pembakaran di sekitar wilayah adat di Amazon. Termasuk di negara bagian Rondonia, tempat kebakaran banyak terjadi.

“Daripada menyebarkan kebohongan atau menyangkal deforestasi yang terjadi, kami mendesak Presiden (Bolsonaro) untuk mengambil tindakan segera dalam menghentikan laju kebakaran ini,” kata Kumi Naidoo, Sekjen Amnesti Internasional.

Ada pun organisasi konservasi WWF (World Wildlife Fund), menyatakan alih-alih membela diri secara membabi buta, lebih baik Pemerintahan Bolsonaro “fokus pada apa yang benar-benar penting bagi kelestarian alam dan masyarakat Amazon”.

Sedangkan Sekjen PBB, António Guterres, pun turut berkomentar mengekspresikan kecemasannya.

“Bersamaan dengan krisis iklim global, kita tak dapat lagi menanggung lebih banyak kerusakan pada sumber utama oksigen dan keanekaragaman hayati. Amazon harus dilindungi,” tulisnya dalam akun twiternya.

Gambar Satelit Kebakaran Hutan Amazon
(Gambar citra satelit NASA yang menunjukkan kebakaran hebat hutan Amazon di Brazil tanggal 20 Agustus 2019. Image : Associated Press)

Baca Juga : FAO : Keanekaragaman Hayati Pangan Dunia Terus Berkurang

Para pejabat federal Brazil pernah melaporkan sejumlah kebakaran hutan di seluruh negara itu tahun ini naik 84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2018. Gambar-gambar satelit Organisasi Meterologi Dunia menunjukkan asap dari hutan Amazon melintasi daratan Amerika Selatan ke pantai Atlantik dan Sao Paulo, kota terbesar di negeri samba tersebut.

Sementara itu, media lokal melaporkan aparat hukum di wilayah hutan Amazon tengah melakukan penyelidikan berkaitan dengan meningkatnya deforestasi. Mereka mengatakan berencana menyelidiki kemungkinan kelalaian oleh pemerintah pusat dalam penegakan undang-undang tentang lingkungan.

Untuk diketahui, 60 persen hutan Amazon berada di teritorial Brazil. Kerusakan Amazon memiliki konsekuensi fatal bagi iklim dan curah hujan global. Namun pelestarian hutan ini dihadapkan pada tantangan berat setelah Bolsonaro mengungkapkan ingin mengkonversinya sebagian untuk padang rumput ternak dan pertanian kedelai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan