Kemasan Ramah Lingkungan dengan Teknologi Nanoselulosa

Kemasan Ramah Lingkungan dengan Teknologi Nanoselulosa
(Serat selulosa dalam bentuk partikel nano terbukti efektif meningkatkan kekuatan mekanis bioplastik atau kemasan ramah lingkungan. Image : Balitbangtan)
Pomidor.id – Tingginya mobilitas manusia di dunia telah meningkatkan kebutuhan akan kemasan, terutama plastik. Data menunjukkan permintaan plastik terutama sebagai kemasan terus meningkat hingga 4% per tahunnya dengan sampah plastik yang terbuang mencapai 26.500 ton/hari.

Padahal kemasan plastik tidak bisa terurai di tanah dan hanya sedikit mikroba yang mampu menguraikannya. Itupun dalam jangka waktu penguraian yang panjang lebih dari 500 tahun. Akibatnya limbah plastik menyebabkan pencemaran lingkungan baik di ekosistem darat maupun ekosistem laut.

Sejalan dengan tumbuhnya kesadaran akan lingkungan, kemasan ramah lingkungan bioplastik menjadi suatu terobosan dan kebutuhan pasar di dunia. Kelebihan kemasan bioplastik ini adalah mudah terurai di tanah dan kembali menjadi struktur hara tanah dalam waktu singkat.

Muat Lebih

Kemasan bioplastik sudah cukup banyak diproduksi di mancanegara. Bahkan industri lokal juga sudah ada beberapa yang memproduksi bioplastik dari bahan pati singkong. Tantangannya adalah kurang tahan terhadap panas, tingkat kekuatan mekanisnya kurang, dan sangat sensitif terhadap air. Oleh karena itu, banyak peneliti dan juga produsen bioplastik mencari solusi untuk mengatasi kekurangan-kekurangan dari bioplastik ini.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB Paspa) memiliki invensi dan inovasi teknologi untuk kemasan ramah lingkungan atau bioplastik. Pati adalah komponen utama yang mudah dalam pembuatan bioplastik, namun perlu dikompositkan dengan bahan tambahan lain.

Baca Juga : Ilmuwan Rusia Ciptakan Bahan Alami Pengganti Plastik

Salah satu bahan untuk meningkatkan kekuatan bioplastik adalah dengan menambahkan serat selulosa sebagai bahan komposit. Serat selulosa dari limbah biomassa pertanian menjadi perhatian Balitbangtan. Hal ini dikarenakan jumlahnya banyak, mudah didapat dan murah serta untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Hasil riset Balitbangtan melalui BB Pascapanen menunjukkan bahwa serat selulosa dengan tingkat kristalinitas tinggi dan dalam bentuk partikel nano atau satu per semilyar (meter) terbukti lebih efektif untuk meningkatkan kekuatan mekanis bioplastik.

Serat ini juga lebih kompatibel pada saat proses pembuatan adonan pelet plastik sehingga bioplastik yang dihasilkan lebih homogen. Tidak hanya itu, dapat meningkatkan kekuatan mekanis bioplastik, memperbaiki ketahanan terhadap panas dan mengurangi sensitivitas terhadap air serta sifat barrier terhadap oksigen meningkat.

Baca Juga : Bakteri Ini Mampu Uraikan Sampah Plastik dalam 6 Minggu

Kepala BB Pascapanen Prayudi Syamsuri mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan teknologi nano untuk kemasan ramah lingkungan dan bukan hanya untuk kemasan bahkan untuk industri lain seperti otomotif dan lainnya yang membutuhkan nano-bioplastik ujarnya.

Hingga saat ini, BB Pascapanen telah menghasilkan teknologi produksi nanoselulosa pada skala laboratorium. Namun, produksi nanoselulosa dengan tingkat kristalinitas tinggi tentunya menjadi tantangan dalam hal konsistensi struktur kristal dan ukuran partikelnya yang seragam.

Perluasan produksi nanoselulosa hingga skala industri juga masih menjadi tantangan ke depan. Namun, inovasi mendukung teknologi yang berbasis ramah lingkungan akan terus dilakukan dan ditingkatkan dengan penyediaan sumber daya manusia yang kompeten dan peralatan teknologi nano yang menjawab tantangan dunia saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan