Kementan Terus Galakkan Pertanian Organik Indonesia dengan UPPO

Kementan Terus Galakkan Pertanian Organik Indonesia dengan UPPO
(Bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik untuk membantu menggalakkan pertanian organik di Indonesia. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Minat konsumen dunia terhadap produk-produk organik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bebas dari cemaran bahan-bahan kimiawi.

Indonesia tentunya ikut ambil bagian dari trend dunia pertanian tersebut. Pertanian organik Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional.

Salah satu Kasubdit Padi di Direktorat Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dina, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai keunggulan komparatif jika mengembangkan pertanian organik.

Muat Lebih

“Masih banyak tersedia lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik ini,” jelas Dina.

Tidak hanya itu saja, Dina juga menyebut teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati, serta pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL).

“Bukti keseriusan Kementan untuk menggalakkan pertanian organik ini bisa dilihat seperti halnya bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO),” jelas Dina.

“Sejak tahun 2017, kami sudah memberikan lebih dari 1.500 unit UPPO yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jadi UPPO ini lokasinya didekatkan dengan lokasi organik. Tujuannya, tentu menyediakan kebutuhan sarana pupuk organiknya,” imbuhnya.

Baca Juga : Kementan Dorong Tumbuhnya Desa Pertanian Organik

Senada dengan yang disampaikan oleh Dina, Hasnul Fajri sebagai Kepala Seksi yang mengelola pemberian bantuan UPPO kepada kelompok tani menambahkan, bahwa komponen bantuan ada beberapa jenis.

Untuk 1 unit UPPO ini nantinya ada komponen untuk membangun kandang sapi komunal, rumah kompos dan kantor sederhana untuk pengelolaan kotoran sapi dan urin sapi menjadi pupuk kandang. Demikian dijelaskan Hasnul.

“Kami juga berikan barang langsung kepada kelompok tani kendaraan motor roda tiga. Sebagai alat transportasi untuk mengangkut pakan ternak dan pupuk kandang nantinya. Juga alat pencacah pupuk organik. Agar petani bisa menghasilkan pupuk organik sendiri dan digunakan pada pertanamannya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan